PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Simpang empat Jalan Bukit Keminting – Hendrik Timang di kawasan Universitas Palangka Raya (UPR), menjadi salah satu lokasi yang rawan terjadinya kecelakaan lalu-lintas. Pasalnya, jalan ini termasuk yang padat. Karena selain dimanfaatkan oleh warga kampus, juga digunakan warga umum.
Jalan Bukit Keminting itu merupakan jalan pintas menuju dari kawasan Jalan Garuda, Jalan Beliang, Jalan Tingang, menuju Jalan Yos Sudarso, serta ke sejumlah pemukiman di sekitar kampus Universitas Palangka Raya dan sekitarnya.
Tak hanya sepeda motor atau mobil minibus pribadi, truk dengan muatan juga sering melintas ruas jalan tersebut. Kondisi Jalan Bukit Keminting yang telah beraspal mulus, membuat pengendara sering memacu kendaraanya dengan kecepatan tinggi. Bahkan kadang tidak memperhatikan dengan adanya persimpangan yang ada di sepanjang jalan tersebut.
Menanggapi itu, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Alman P Pakpahan angkat bicara terkait keluhan masyarakat yang mengharapkan penataan lalu-lintas di simpang empat Jalan Bukit Keminting – Hendrik Timang itu.
Alman mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan survei lapangan sejak 5 bulan yang lalu di lokasi tersebut. Ia juga mengakui bahwa pihaknya telah melakukan presentasi dengan pihak Universitas Palangka Raya (UPR).
“Intinya jalan ke arah Fakultas Hukum UPR perlu ada pelebaran / normalisasi. Agar mobil yang belok kanan ke arah Fakultas Hukum UPR atau Fakultas Kedokteran ada luang,”ungkap Alman, Senin (4/9).
Namun dia menyebut, kondisi existing di jalan tersebut belum memadai adanya traffic light. Dia bilang, untuk sementara, baru bisa dipasangkan warning light yang akan dianggarkan pada tahun depan.
“Kondisi existing di sana belum memadai ada traffic light. Untuk sementara baru bisa warning light, tahun depan kita anggarkan,” sebutnya.
Seperti diwartakan sebelumnya, sejumlah warga kampus membenarkan bahwa titik simpang empat itu sering terjadi kecelakaan. Lokasi itu memang sering terjadi kecelakaan lalu-lintas. Mulai tabrakan, sampai yang terpaksa menghindar hingga masuk ke parit.
“Saya pernah hampir mengalami kecelakaan saat akan melintasi simpang empat itu. Hampir tertabrak kendaran lain,” kata Novia Adventy Juran, seorang staf di kantor Rektorat UPR.
la pun jadi lebih berhati-hati ketika akan melintasi simpang empat tersebut. Tak hanya simpang empat Jalan Bukit Keminting – Hendrik Timang, menurut Novia, simpang empat Jalan Bukit Keminting – B Koetin juga rawan kecelakaan.
Dia menambahkan, dari penuturan beberapa teman juga memang lokasi itu sering terjadi kecelakaan. Memang yang paling rawan, ketika pengendara dari Jalan Hendrik Timang akan melintas, kadang jarak pandang terbatas untuk melihat ke kiri dan ke kanan. Karena pengedara juga harus fokus kejalan yang menanjak.
“Sebaiknya memang perlu dipasang traffic light. Tujuannya untuk mengatur lalu-lintas dan bisa mengurangi tingkat kerawanan kecelakaan," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh dosen FISIP UPR Suprayitno. Selain pemasangan lampu traffic light juga ada pelebaran badan aspal Jalan Bukit Keminting. Karena badan jalan yang beraspal masih sempit untuk kendaraan roda empat.
Selain dua hal itu, perlu juga ada peninggian badan Jalan Hendrik Timang di persimpangan itu. Ini agar sejajar dengan Jalan Bukit Keminting. Karena saat ini posisi Jalan Hendrik Timang lebih rendah dari Jalan Bukit Keminting.
“Biasanya ketika pengendara membawa mobil dan harus berhenti sejenak di persimpangan itu, akan rawan ketika akan melintas karena menanjak. Mobil pasti akan berjalan pelan di tanjakan. Sementara kadang dari arah Bukit Keminting, bisa tiba-tiba sepeda motor melintas dengan kecepatan tinggi,” ujar dosen muda ini.
"Saya pernah melihat sendiri. Ketika akan berangkat mengajar pagi-pagi, di depan saya tepat di persimpangan itu terjadi tabrakan sepeda motor. Untungnya waktu itu hanya motornya yang rusak, pengendaranya tidak apa-apa," ujar Suprayitno.
Lebih jauh la berharap, ada perhatian dari Pemerintah Kota Palangka Raya terkait penataan lalu-lintas di persimpangan jalan ini.