24.5 C
Jakarta
Monday, April 7, 2025

Pemkab Sukamara Kendalikan Inflasi dengan Panen Bawang Merah

SUKAMARA, PROKALTENG.CO – Pj Bupati Sukamara, Kaspinor, mengikuti langsung kegiatan Panen Bawang Merah, dalam rangka pengendalian Inflasi di Kabupaten Sukamara tahun 2024, Senin (22/1). Dalam kegiatan tersebut, Kaspinor mengatakan bahwa saat ini, berdasarkan data BPS per Desember 2023 untuk 90 kota 2023 di Kalimantan Tengah untuk Kabupaten Kotim angka inflasi sebesar 0,27 dan Kota Palangkaraya sebesar 0,31, sehingga pihaknya berasumsi sementara bahwa untuk Kabupaten Sukamara angka inflasinya berkisar tidak jauh dari angka-angka tersebut.

“Hari ini (kemarin, red) kita sudah sama-sama menyaksikan keberhasilan dari petani kita dari kelompok tani rukun di Kabupaten Sukamara, ternyata dengan lahan yang ada kita tanami bawang merah berhasil,” ujarnya dilansir dari Kalteng Pos.

Dia menerangkan, lahan itu ditanami bibit 1,8 ton dan sekarang menghasilkan kurang lebih 5 sampai 6 ton.

Baca Juga :  PEDA KTNA XIII Kalteng Digelar di Sukamara, Jumlah Peserta Capai 800 Orang

“Artinya yang berkenaan dengan ketahanan pangan daerah yang kita cita-citakan Insya Allah akan berhasil. Kita sudah mengembangkan berbagai komoditas juga kita dorong di sektor pertanian dalam arti luas agar ketahanan pangan daerah itu betul-betul terwujud,” ucap Kaspinor.

Kaspinor menjelaskan bahwa pihaknya berusaha mengendalikan inflasi melalui komoditas hasil olah atau produksi sendiri.

“Kami telah membuka lahan seluas kurang lebih 8 hektare yang dimiliki oleh pemerintah. Sejak awal masa jabatan kami, kami langsung terlibat dalam pengolahan lahan pertanian. Hasilnya, cabai, terong, dan bawang tumbuh subur. Kami juga telah menggunakan jagung hasil produksi sendiri untuk pesta rakyat, yang ditanam di tengah-tengah kota,” jelasnya.

Menariknya, lahan yang semula tidak terpakai dan ditumbuhi semak belukar di tengah kota kini menjadi produktif setelah dilakukan penanaman. Kaspinor juga menekankan pentingnya melibatkan generasi milenial dalam kegiatan pertanian untuk transfer pengetahuan.

Baca Juga :  Tahun 2024, Pj Bupati Sukamara: Kita Harus Berkomitmen Ciptakan Pemilu Damai

“Kami melibatkan petani berpengalaman dan generasi milenial untuk mendukung pertanian di Kabupaten Sukamara. Generasi milenial ini mendapatkan pengetahuan di sekolah kejuruan pertanian dan mendapatkan pengalaman nyata melalui kegiatan pertanian yang kami galakkan di wilayah ini,” tambahnya. (nhz/uni/kpg)

SUKAMARA, PROKALTENG.CO – Pj Bupati Sukamara, Kaspinor, mengikuti langsung kegiatan Panen Bawang Merah, dalam rangka pengendalian Inflasi di Kabupaten Sukamara tahun 2024, Senin (22/1). Dalam kegiatan tersebut, Kaspinor mengatakan bahwa saat ini, berdasarkan data BPS per Desember 2023 untuk 90 kota 2023 di Kalimantan Tengah untuk Kabupaten Kotim angka inflasi sebesar 0,27 dan Kota Palangkaraya sebesar 0,31, sehingga pihaknya berasumsi sementara bahwa untuk Kabupaten Sukamara angka inflasinya berkisar tidak jauh dari angka-angka tersebut.

“Hari ini (kemarin, red) kita sudah sama-sama menyaksikan keberhasilan dari petani kita dari kelompok tani rukun di Kabupaten Sukamara, ternyata dengan lahan yang ada kita tanami bawang merah berhasil,” ujarnya dilansir dari Kalteng Pos.

Dia menerangkan, lahan itu ditanami bibit 1,8 ton dan sekarang menghasilkan kurang lebih 5 sampai 6 ton.

Baca Juga :  PEDA KTNA XIII Kalteng Digelar di Sukamara, Jumlah Peserta Capai 800 Orang

“Artinya yang berkenaan dengan ketahanan pangan daerah yang kita cita-citakan Insya Allah akan berhasil. Kita sudah mengembangkan berbagai komoditas juga kita dorong di sektor pertanian dalam arti luas agar ketahanan pangan daerah itu betul-betul terwujud,” ucap Kaspinor.

Kaspinor menjelaskan bahwa pihaknya berusaha mengendalikan inflasi melalui komoditas hasil olah atau produksi sendiri.

“Kami telah membuka lahan seluas kurang lebih 8 hektare yang dimiliki oleh pemerintah. Sejak awal masa jabatan kami, kami langsung terlibat dalam pengolahan lahan pertanian. Hasilnya, cabai, terong, dan bawang tumbuh subur. Kami juga telah menggunakan jagung hasil produksi sendiri untuk pesta rakyat, yang ditanam di tengah-tengah kota,” jelasnya.

Menariknya, lahan yang semula tidak terpakai dan ditumbuhi semak belukar di tengah kota kini menjadi produktif setelah dilakukan penanaman. Kaspinor juga menekankan pentingnya melibatkan generasi milenial dalam kegiatan pertanian untuk transfer pengetahuan.

Baca Juga :  Tahun 2024, Pj Bupati Sukamara: Kita Harus Berkomitmen Ciptakan Pemilu Damai

“Kami melibatkan petani berpengalaman dan generasi milenial untuk mendukung pertanian di Kabupaten Sukamara. Generasi milenial ini mendapatkan pengetahuan di sekolah kejuruan pertanian dan mendapatkan pengalaman nyata melalui kegiatan pertanian yang kami galakkan di wilayah ini,” tambahnya. (nhz/uni/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru