27.8 C
Jakarta
Thursday, May 23, 2024
spot_img

Pembangunan 23 BTS di Pulpis Terkendala Pasokan Listrik PLN

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotsandi) Kabupaten Pulang Pisau tahun ini mengajukan usulan pembangunan Base Transceiver Station (BTS)  sebanyak 23 BTS.

“Usulan pembangunan 23 BTS itu di daerah non-blank spot. Termasuk untuk Desa Hambawang, Desa Bakau Kecamatan Sebangau Kuala dan Desa Cemantan Kahayan Kuala,” kata Kepala Diskominfotsandi Kabupaten Pulang Pisau, Moh Insyafi kemarin.

Insyafi mengungkapkan, yang jadi kendala atau permasalahan saat ini adalah pasokan listrik untuk BTS itu. “Kalau dahulu bisa menggunakan solar cell atau diesel. Kalau sekarang harus punya jaringan listrik dari PLN untuk memasok daya. Ini yang menjadi kendala,” kata Insyafi.

Karena, lanjut Insyafi, beberapa desa seperti Hambawang, Bakau maupun Cemantan belum terjangkau listrik dari PLN.

Baca Juga :  Kepala Perangkat Daerah Diminta Tingkatkan Integritas dan Kinerja

“Kalau untuk Hambawang dan Bakau mungkin nanti bisa menggeser diesel milik PLN yang sebelumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di 6 desa yang berada di kecamatan Sebangau Kuala. Karena wilayah tersebut jaringan listrik segera terkoneksi dengan jaringan dari Kalsel,” kata Insyafi.

Namun, lanjut dia, untuk mengalihkan pembangkit itu ke Desa Hambawang dan Bakau harus ada permohonan dari pemerintah daerah. (art)

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotsandi) Kabupaten Pulang Pisau tahun ini mengajukan usulan pembangunan Base Transceiver Station (BTS)  sebanyak 23 BTS.

“Usulan pembangunan 23 BTS itu di daerah non-blank spot. Termasuk untuk Desa Hambawang, Desa Bakau Kecamatan Sebangau Kuala dan Desa Cemantan Kahayan Kuala,” kata Kepala Diskominfotsandi Kabupaten Pulang Pisau, Moh Insyafi kemarin.

Insyafi mengungkapkan, yang jadi kendala atau permasalahan saat ini adalah pasokan listrik untuk BTS itu. “Kalau dahulu bisa menggunakan solar cell atau diesel. Kalau sekarang harus punya jaringan listrik dari PLN untuk memasok daya. Ini yang menjadi kendala,” kata Insyafi.

Karena, lanjut Insyafi, beberapa desa seperti Hambawang, Bakau maupun Cemantan belum terjangkau listrik dari PLN.

Baca Juga :  Kepala Perangkat Daerah Diminta Tingkatkan Integritas dan Kinerja

“Kalau untuk Hambawang dan Bakau mungkin nanti bisa menggeser diesel milik PLN yang sebelumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di 6 desa yang berada di kecamatan Sebangau Kuala. Karena wilayah tersebut jaringan listrik segera terkoneksi dengan jaringan dari Kalsel,” kata Insyafi.

Namun, lanjut dia, untuk mengalihkan pembangkit itu ke Desa Hambawang dan Bakau harus ada permohonan dari pemerintah daerah. (art)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru