25.4 C
Jakarta
Sunday, February 8, 2026

Infrastruktur Dominasi Usulan Musrenbang

PULANG PISAU,PROKALTENG.CO – Usulan pembangunan infrastruktur masih mendominasi Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) penutup di delapan kecamatan di Kabupaten Pulang Pisau.

Kondisi tersebut disampaikan Bupati Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, H Ahmad Rifa’i saat Musrenbang RKPD di Kecamatan Kahayan Tengah, Jumat (30/1/2026).

Bupati Ahmad Rifa’i mengatakan, persoalan infrastruktur hampir selalu menjadi usulan utama yang disampaikan masyarakat dalam setiap Musrenbang kecamatan.

Namun demikian, keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat membuat pemerintah daerah harus lebih selektif dalam menentukan skala prioritas pembangunan.

“Masalah infrastruktur masih menjadi prioritas usulan yang disampaikan di delapan kecamatan. Terbatasnya anggaran akibat efisiensi kebijakan pemerintah pusat membuat kita harus memilih kembali mana usulan yang benar-benar prioritas dan menyentuh kebutuhan masyarakat untuk dimasukkan dalam perencanaan tahun 2027,” tegas Ahmad Rifa’i.

Baca Juga :  Nunu Apresiasi Kinerja Disdukcapil

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah kecamatan dengan perangkat daerah. Menurutnya, koordinasi yang intens akan membantu kecamatan memperoleh informasi terkait program dan kegiatan pembangunan yang akan direncanakan dalam rencana kerja perangkat daerah (RKPD).

“Pemerintah kecamatan harus selalu berkoordinasi dengan perangkat daerah agar usulan yang disampaikan sejalan dengan program pembangunan yang direncanakan,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Khusus Kecamatan Kahayan Tengah, Bupati Ahmad Rifa’i menyoroti potensi daerah yang dinilai dapat dikembangkan, khususnya di sektor pariwisata. Kecamatan ini memiliki situs budaya yang berpotensi menunjang promosi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Camat Kahayan Tengah, Siswo, mengungkapkan bahwa selain usulan yang dihimpun melalui Musrenbang tingkat desa, terdapat pula aspirasi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut dari instansi terkait.

Baca Juga :  GATRIWARA Diharapkan Perkuat Peran Perempuan

Salah satu persoalan mendesak yang disampaikan masyarakat, lanjut Siswo, berkaitan dengan kondisi infrastruktur di Jalan Trans Kalimantan, Desa Bukit Rawi. Pada saat hujan, ruas jalan tersebut kerap tergenang air hingga mengenai jaringan listrik di sekitar jalan.

“Genangan air di jalan Trans Kalimantan Desa Bukit Rawi berpotensi membahayakan masyarakat karena jaringan listrik ikut tergenang. Jika terjadi kebocoran arus listrik, ini sangat mengancam keselamatan warga yang melintas,” jelasnya.

Dalam Musrenbang Kecamatan Kahayan Tengah sendiri, Siswo menyebutkan terdapat sebanyak 417 usulan prioritas pertama. Usulan tersebut didominasi bidang infrastruktur sebanyak 263 usulan, disusul bidang ekonomi sebanyak 90 usulan, serta bidang sosial budaya sebanyak 64 usulan. (art/kpg)

PULANG PISAU,PROKALTENG.CO – Usulan pembangunan infrastruktur masih mendominasi Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) penutup di delapan kecamatan di Kabupaten Pulang Pisau.

Kondisi tersebut disampaikan Bupati Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, H Ahmad Rifa’i saat Musrenbang RKPD di Kecamatan Kahayan Tengah, Jumat (30/1/2026).

Bupati Ahmad Rifa’i mengatakan, persoalan infrastruktur hampir selalu menjadi usulan utama yang disampaikan masyarakat dalam setiap Musrenbang kecamatan.

Electronic money exchangers listing

Namun demikian, keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat membuat pemerintah daerah harus lebih selektif dalam menentukan skala prioritas pembangunan.

“Masalah infrastruktur masih menjadi prioritas usulan yang disampaikan di delapan kecamatan. Terbatasnya anggaran akibat efisiensi kebijakan pemerintah pusat membuat kita harus memilih kembali mana usulan yang benar-benar prioritas dan menyentuh kebutuhan masyarakat untuk dimasukkan dalam perencanaan tahun 2027,” tegas Ahmad Rifa’i.

Baca Juga :  Nunu Apresiasi Kinerja Disdukcapil

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah kecamatan dengan perangkat daerah. Menurutnya, koordinasi yang intens akan membantu kecamatan memperoleh informasi terkait program dan kegiatan pembangunan yang akan direncanakan dalam rencana kerja perangkat daerah (RKPD).

“Pemerintah kecamatan harus selalu berkoordinasi dengan perangkat daerah agar usulan yang disampaikan sejalan dengan program pembangunan yang direncanakan,” ujarnya.

Khusus Kecamatan Kahayan Tengah, Bupati Ahmad Rifa’i menyoroti potensi daerah yang dinilai dapat dikembangkan, khususnya di sektor pariwisata. Kecamatan ini memiliki situs budaya yang berpotensi menunjang promosi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Camat Kahayan Tengah, Siswo, mengungkapkan bahwa selain usulan yang dihimpun melalui Musrenbang tingkat desa, terdapat pula aspirasi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut dari instansi terkait.

Baca Juga :  GATRIWARA Diharapkan Perkuat Peran Perempuan

Salah satu persoalan mendesak yang disampaikan masyarakat, lanjut Siswo, berkaitan dengan kondisi infrastruktur di Jalan Trans Kalimantan, Desa Bukit Rawi. Pada saat hujan, ruas jalan tersebut kerap tergenang air hingga mengenai jaringan listrik di sekitar jalan.

“Genangan air di jalan Trans Kalimantan Desa Bukit Rawi berpotensi membahayakan masyarakat karena jaringan listrik ikut tergenang. Jika terjadi kebocoran arus listrik, ini sangat mengancam keselamatan warga yang melintas,” jelasnya.

Dalam Musrenbang Kecamatan Kahayan Tengah sendiri, Siswo menyebutkan terdapat sebanyak 417 usulan prioritas pertama. Usulan tersebut didominasi bidang infrastruktur sebanyak 263 usulan, disusul bidang ekonomi sebanyak 90 usulan, serta bidang sosial budaya sebanyak 64 usulan. (art/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/