NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lamandau resmi merilis Data Konsolidasi Bersih (DKB) terbaru yang menunjukkan tren pertumbuhan positif.
Berdasarkan hasil validasi data kependudukan tersebut, jumlah penduduk di Bumi Bahaum Bakuba kini telah meningkat hingga mencapai angka 117.368 jiwa. Kenaikan ini mencerminkan dinamika sosial dan daya tarik wilayah Lamandau yang terus berkembang.
Secara demografis, komposisi penduduk Kabupaten Lamandau saat ini masih didominasi oleh laki-laki. Tercatat sebanyak 61.963 jiwa adalah penduduk berjenis kelamin laki-laki, sedangkan penduduk perempuan berjumlah 55.405 jiwa. Struktur data ini menunjukkan karakteristik unik wilayah dengan selisih jumlah antar gender yang mencapai 6.558 jiwa.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Lamandau Turmudi, mengonfirmasi angka-angka tersebut kepada awak media pada Jumat (27/2). Ia menjelaskan bahwa konsolidasi data ini sangat krusial sebagai fondasi perencanaan pembangunan daerah ke depan.
“Perbedaan jumlah ini merupakan fakta lapangan yang terekam dalam sistem administrasi kependudukan terbaru kami,” ujar Turmudi.
Dalam hal persebaran wilayah, Kecamatan Bulik masih menjadi primadona sekaligus pusat konsentrasi penduduk tertinggi. Dengan angka mencapai 46.791 jiwa, pertumbuhan di Bulik melesat jauh meninggalkan kecamatan-kecamatan lainnya. Hal ini mempertegas posisi Bulik sebagai jantung aktivitas ekonomi dan pemerintahan di Kabupaten Lamandau.
“Selain Bulik, beberapa kecamatan lain juga menunjukkan angka yang signifikan. Kecamatan Sematu Jaya menempati urutan kedua dengan 15.212 jiwa, disusul oleh Menthobi Raya (14.070 jiwa), dan Kecamatan Lamandau (13.071 jiwa). Sementara itu, wilayah Bulik Timur mencatatkan 9.686 jiwa, Belantikan Raya 8.788 jiwa, dan Kecamatan Delang sebesar 6.473 jiwa,” jelasnya.
Menutup laporannya, Turmudi menyebutkan bahwa Kecamatan Batang Kawa saat ini menjadi wilayah dengan populasi terendah, yakni hanya 3.313 jiwa.
Dengan rilisnya data DKB ini, Pemerintah Kabupaten Lamandau diharapkan dapat lebih presisi dalam mendistribusikan program pelayanan publik serta pemerataan infrastruktur agar menyentuh seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok desa. (hms/bib)


