Akses Sulit dan Ancaman Krisis Air, Kendala Berat Padamkan Karhutla Seluas 5 Hektare di Desa Liku

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO — Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Lamandau kembali menemu tantangan berat. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau dilaporkan harus berjuang menembus medan sulit saat melakukan pengecekan lapangan (ground check) di Desa Liku, Kecamatan Bulik.

Kebakaran yang melanda area seluas kurang lebih 5 hektar tersebut mendera kawasan hutan dan semak belukar bertanah mineral.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel. Mengungkapkan bahwa akses menuju titik api menjadi pekerjaan rumah (PR) utama petugas di lapangan. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat menjangkau lokasi secara langsung akibat topografi yang curam dan rapatnya vegetasi.

“Akses menuju lokasi kebakaran hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 1,5 kilometer dari jalan utama. Kondisi medan berupa perbukitan tinggi serta keterbatasan akses kendaraan menjadi kendala utama personel di lapangan,” ujar Hendikel, kepada Wartawan Jum’at (14/8) di Nanga Bulik.

Baca Juga :  Sarana Terawat, Dispora Lamandau Berencana Meningkatkan Kualitas Sarana Olahraga

Selain akses fisik yang menguras tenaga, petugas di lapangan juga dihadapkan pada ancaman krisis air. Di sekitar titik pemadaman, tim tidak menemukan adanya sumber air yang bisa dimanfaatkan langsung untuk suplai mesin pemadam.

Untuk mengantisipasi area yang luas dan sulit dipantau dari darat, tim BPBD mengandalkan unit drone untuk pemetaan visual dari udara serta membagi personel menggunakan peralatan komunikasi radio (HT).

“Adapun Alokasi Sarana Prasarana yang Diterjunkan hanya armada mobilisasi 1 Unit truk tangki, 1 unit mobil operasional BPBD, dan 1 unit mobil slip-on, 1 unit mesin apung, 4 rol selang besar, dan 20 rol selang kecil,” ungkap Hendikel.

Electronic money exchangers listing

Pihak BPBD Kabupaten Lamandau terus berkoordinasi dan mengupayakan langkah penanganan strategis, guna mengisolasi pergerakan api agar tidak semakin meluas ke area perbukitan sekitarnya. (bib)

Baca Juga :  Safari Ramadan di Perigi Raya, Wabup Lamandau Serap Aspirasi Warga dan Ajak Jaga Kerukunan

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO — Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Lamandau kembali menemu tantangan berat. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau dilaporkan harus berjuang menembus medan sulit saat melakukan pengecekan lapangan (ground check) di Desa Liku, Kecamatan Bulik.

Kebakaran yang melanda area seluas kurang lebih 5 hektar tersebut mendera kawasan hutan dan semak belukar bertanah mineral.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel. Mengungkapkan bahwa akses menuju titik api menjadi pekerjaan rumah (PR) utama petugas di lapangan. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat menjangkau lokasi secara langsung akibat topografi yang curam dan rapatnya vegetasi.

Electronic money exchangers listing

“Akses menuju lokasi kebakaran hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 1,5 kilometer dari jalan utama. Kondisi medan berupa perbukitan tinggi serta keterbatasan akses kendaraan menjadi kendala utama personel di lapangan,” ujar Hendikel, kepada Wartawan Jum’at (14/8) di Nanga Bulik.

Baca Juga :  Sarana Terawat, Dispora Lamandau Berencana Meningkatkan Kualitas Sarana Olahraga

Selain akses fisik yang menguras tenaga, petugas di lapangan juga dihadapkan pada ancaman krisis air. Di sekitar titik pemadaman, tim tidak menemukan adanya sumber air yang bisa dimanfaatkan langsung untuk suplai mesin pemadam.

Untuk mengantisipasi area yang luas dan sulit dipantau dari darat, tim BPBD mengandalkan unit drone untuk pemetaan visual dari udara serta membagi personel menggunakan peralatan komunikasi radio (HT).

“Adapun Alokasi Sarana Prasarana yang Diterjunkan hanya armada mobilisasi 1 Unit truk tangki, 1 unit mobil operasional BPBD, dan 1 unit mobil slip-on, 1 unit mesin apung, 4 rol selang besar, dan 20 rol selang kecil,” ungkap Hendikel.

Pihak BPBD Kabupaten Lamandau terus berkoordinasi dan mengupayakan langkah penanganan strategis, guna mengisolasi pergerakan api agar tidak semakin meluas ke area perbukitan sekitarnya. (bib)

Baca Juga :  Safari Ramadan di Perigi Raya, Wabup Lamandau Serap Aspirasi Warga dan Ajak Jaga Kerukunan

Terpopuler

Artikel Terbaru