NANGA BULIK, PROKALTENG.CO –Tim gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, dan Polri. Bekerja ekstra keras memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga lokasi berbeda di Kabupaten Lamandau sejak Kamis hingga Jumat pekan ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, membenarkan penanganan karhutla yang terjadi di tiga titik tersebut.
“Tim gabungan berjibaku di lapangan untuk mengendalikan api, mulai dari area persawahan di Desa Batu Kotam, Jalan Gharu Desa Kujan, hingga Jalan Pangeran Antasari di Nanga Bulik,” ujar Hendikel pada Sabtu (12/9/2026).
Pemadaman di Desa Batu Kotam menghadapi hambatan fisik yang cukup berat.
“Medan yang terjal dan akses jalan yang sulit menjadi kendala utama petugas di lapangan saat mencoba memadamkan lahan gambut seluas kurang lebih 4 hektar,” kata Hendikel.
Operasi pemadaman juga melibatkan armada canggih untuk mempercepat lokalisasi titik api.
“Kami mengerahkan berbagai armada pendukung, termasuk 1 unit truk Water Cannon milik Polres Lamandau dan 1 unit drone untuk memantau sebaran titik api di Desa Kujan,” jelasnya.
Menanggapi maraknya Karhutla, Hendikel meminta partisipasi aktif warga untuk mencegah kejadian serupa.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Lamandau untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu timbulnya titik api baru,” tegas Hendikel.
Adapun Penyebab pasti kebakaran di seluruh lokasi kejadian masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO –Tim gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, dan Polri. Bekerja ekstra keras memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga lokasi berbeda di Kabupaten Lamandau sejak Kamis hingga Jumat pekan ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, membenarkan penanganan karhutla yang terjadi di tiga titik tersebut.
“Tim gabungan berjibaku di lapangan untuk mengendalikan api, mulai dari area persawahan di Desa Batu Kotam, Jalan Gharu Desa Kujan, hingga Jalan Pangeran Antasari di Nanga Bulik,” ujar Hendikel pada Sabtu (12/9/2026).
Pemadaman di Desa Batu Kotam menghadapi hambatan fisik yang cukup berat.
“Medan yang terjal dan akses jalan yang sulit menjadi kendala utama petugas di lapangan saat mencoba memadamkan lahan gambut seluas kurang lebih 4 hektar,” kata Hendikel.
Operasi pemadaman juga melibatkan armada canggih untuk mempercepat lokalisasi titik api.
“Kami mengerahkan berbagai armada pendukung, termasuk 1 unit truk Water Cannon milik Polres Lamandau dan 1 unit drone untuk memantau sebaran titik api di Desa Kujan,” jelasnya.
Menanggapi maraknya Karhutla, Hendikel meminta partisipasi aktif warga untuk mencegah kejadian serupa.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Lamandau untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu timbulnya titik api baru,” tegas Hendikel.
Adapun Penyebab pasti kebakaran di seluruh lokasi kejadian masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. (bib)