NANGA BULIK, PROKALTENG.CO –Proyek pembangunan Masjid Agung Nanga Bulik kini resmi dilanjutkan kembali. Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas pekerja mulai terlihat padat di lokasi proyek, Selasa (10/2). Mulai dari penataan konstruksi hingga pengerjaan bagian lantai.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lamandau, Joni Elen, mengonfirmasi bahwa proyek ini merupakan bagian dari penyelenggaraan bangunan gedung untuk kepentingan strategis daerah. Proyek ini berjalan di bawah nomor kontrak 640/972/SP-FISIK.MY/DPUPRPERKIMTAN-CK/XII/2025 dengan nilai investasi sebesar Rp11,64 miliar.
Dia menjelaskan, bahwa pekerjaan ini dipercayakan kepada CV. Reffalindo sebagai penyedia jasa. Waktu pelaksanaan ditetapkan selama 360 hari kalender, terhitung sejak 1 Desember 2025 hingga ditargetkan selesai pada 25 November 2026.
“Saat ini pelaksana sudah mulai melakukan sejumlah pekerjaan pendahuluan. Anggaran yang dialokasikan difokuskan pada pembangunan gedung utama masjid agar dapat segera difungsikan,” ujar Joni Elen, Selasa (10/2).
Dia merincikan ruang lingkup pengerjaan proyek pembangunan masjud tersebut yang meliputi:
- Pekerjaan pendahuluan dan tanah.
- Pekerjaan beton, atap, dan plafon.
- Pemasangan penutup lantai dan dinding.
- Pemasangan kusen pintu, jendela, pengecatan, serta ornamen.
- Pengerjaan rangka baja dan sistem elektrikal.
Menjawab pertanyaan masyarakat mengenai kubah yang sebelumnya sempat terpasang namun kini dilepas, Joni memberikan penjelasan transparan.
Ia menyebutkan bahwa material tersebut adalah milik rekanan sebelumnya yang telah diputus kontrak karena gagal menyelesaikan pekerjaan.
“Item tersebut memang tidak kami bayar karena tidak selesai terpasang sebagaimana mestinya. Jadi, material on site (MOS) tersebut adalah hak kontraktor lama dan sudah mereka ambil,” jelasnya.
Sebagai gantinya, Joni memastikan bahwa kubah baru saat ini sedang dalam proses pabrikasi di Jawa Timur dan dijadwalkan akan tiba serta dipasang pada pertengahan tahun ini.
Langkah Pemerintah Kabupaten Lamandau dalam melanjutkan pembangunan ini pun mendapat apresiasi positif dari warga sekitar.
Muhtar misalnya. Salah satu warga setempat, mengaku lega melihat ikon religi tersebut kembali dikerjakan.
“Alhamdulillah, akhirnya pembangunan dilanjutkan. Ini adalah salah satu masjid terbesar di Lamandau. Semoga pengerjaannya lancar tanpa kendala dan benar-benar terwujud tahun ini,” harap Muhtar.
Masjid Agung Nanga Bulik diproyeksikan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ikon baru dan pusat kegiatan keagamaan yang membanggakan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Lamandau. (bib)


