NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Festival Babukung 2025 di Alun-alun Kota Nanga Bulik berlangsung meriah, Sabtu (8/11). Warga dari berbagai penjuru Lamandau tumplek-blek menyaksikan penampilan budaya yang melibatkan seluruh 88 desa dari 8 kecamatan se-Kabupaten Lamandau.
Besarnya partisipasi desa menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menjaga dan merayakan tradisi Babukung, sekaligus menegaskan festival ini sebagai agenda budaya terbesar di Lamandau.
Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Administrasi Setda Lamandau, Dr. Meigo, menjelaskan bahwa Festival Babukung tahun ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai kategori.
“Untuk kategori Karnaval Kecamatan dan Desa, seluruh 8 kecamatan ikut dengan total 88 desa dan kelurahan. Ada juga kategori umum dengan 4 peserta, kategori Tari Kreasi Babukung diikuti 16 peserta, dan Lomba Kuliner yang diikuti 20 peserta,” ujar Meigo.
Beragam penampilan ditampilkan sepanjang festival. Karnaval Babukung menghadirkan kostum unik dan atraksi yang memanjakan mata, sementara Tari Kreasi Babukung menampilkan sentuhan modern tanpa meninggalkan akar tradisional. Di sisi lain, Lomba Kuliner menyuguhkan hidangan khas Lamandau yang langsung menarik perhatian pengunjung.
Meigo menegaskan bahwa Festival Babukung 2025 bukan sekadar ajang hiburan.
“Dengan partisipasi sebesar ini, festival menjadi ruang mempererat hubungan antar desa dan kecamatan, selain menjaga keberlanjutan budaya Lamandau,” tandasnya. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Festival Babukung 2025 di Alun-alun Kota Nanga Bulik berlangsung meriah, Sabtu (8/11). Warga dari berbagai penjuru Lamandau tumplek-blek menyaksikan penampilan budaya yang melibatkan seluruh 88 desa dari 8 kecamatan se-Kabupaten Lamandau.
Besarnya partisipasi desa menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menjaga dan merayakan tradisi Babukung, sekaligus menegaskan festival ini sebagai agenda budaya terbesar di Lamandau.
Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Administrasi Setda Lamandau, Dr. Meigo, menjelaskan bahwa Festival Babukung tahun ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai kategori.
“Untuk kategori Karnaval Kecamatan dan Desa, seluruh 8 kecamatan ikut dengan total 88 desa dan kelurahan. Ada juga kategori umum dengan 4 peserta, kategori Tari Kreasi Babukung diikuti 16 peserta, dan Lomba Kuliner yang diikuti 20 peserta,” ujar Meigo.
Beragam penampilan ditampilkan sepanjang festival. Karnaval Babukung menghadirkan kostum unik dan atraksi yang memanjakan mata, sementara Tari Kreasi Babukung menampilkan sentuhan modern tanpa meninggalkan akar tradisional. Di sisi lain, Lomba Kuliner menyuguhkan hidangan khas Lamandau yang langsung menarik perhatian pengunjung.
Meigo menegaskan bahwa Festival Babukung 2025 bukan sekadar ajang hiburan.
“Dengan partisipasi sebesar ini, festival menjadi ruang mempererat hubungan antar desa dan kecamatan, selain menjaga keberlanjutan budaya Lamandau,” tandasnya. (bib)