NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), serta Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Kabupaten Lamandau menggelar rapat koordinasi penting di ruang kerja rumah jabatan Bupati Lamandau.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu dan Ketua TP PKK Kabupaten Lamandau, Ny. Norol Latifah Rizky Aditya Putra, S.H., ini berfokus pada dua agenda utama: evaluasi program kerja tahun 2025 dan penyusunan rencana strategis untuk tahun 2026.
Dalam arahannya, Ny. Norol Latifah menekankan bahwa rapat ini merupakan instrumen krusial, untuk mengukur efektivitas program yang telah berjalan sepanjang tahun lalu.
Masing-masing unsur organisasi menyampaikan laporan komprehensif, termasuk capaian prestasi dan berbagai penghargaan yang berhasil diraih Kabupaten Lamandau selama tahun 2025.
“Rapat evaluasi ini bertujuan untuk menilai sejauh mana capaian pelaksanaan program kita di 2025. Kita mengidentifikasi kendala di lapangan dan merumuskan strategi perbaikan agar pelaksanaan program di tahun 2026 jauh lebih efektif,” ujar Ny. Norol Latifah kepada awak media, Selasa (6/1).
Menatap tahun 2026, TP PKK bersama Dekranasda dan Posyandu Lamandau telah menyiapkan terobosan baru. Salah satu poin utama dalam rencana kerja tahun depan adalah komitmen untuk melakukan kunjungan kerja hingga ke pelosok daerah.
Ny. Norol Latifah menyatakan pihaknya akan menyambangi seluruh kecamatan, termasuk desa-desa terjauh dan terdalam yang selama ini aksesnya terbatas. Langkah ini diambil untuk memastikan sosialisasi program tepat sasaran dan manfaatnya dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Saya berharap ke depan kita bisa bekerja lebih baik, lebih progresif, dan benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Program harus kita jalankan bersama, tidak ada yang mendominasi, tetapi bersifat inklusif,” tegasnya.
Penutupan rapat diakhiri dengan penekanan pada aspek inklusivitas dalam bekerja. Seluruh anggota, mulai dari penasihat hingga wakil ketua, diminta untuk menjaga semangat kolektif dalam mengeksekusi setiap program yang telah direncanakan.
“Dengan adanya evaluasi dan rencana kerja yang matang ini, diharapkan ketiga lembaga tersebut dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan keluarga dan ekonomi kreatif yang lebih kuat di Kabupaten Lamandau pada masa mendatang,” tandasnya. (bib)


