Dinkes Lamandau Tingkatkan Kompetensi Pengelola Obat dan Mutu Pelayanan Farmasi

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO –Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamandau secara resmi menggelar pertemuan strategis guna meningkatkan kompetensi petugas pengelola obat dan mutu pelayanan farmasi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula BKD Nanga Bulik.

Acara ini dihadiri oleh seluruh pimpinan Puskesmas beserta staf pengelola obat se-Kabupaten Lamandau, serta perwakilan dari RSUD Gusti Abdul Gani. Hadir sebagai narasumber utama, dr. Damar Pramusinta, MPH dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, yang memaparkan materi mendalam mengenai tata kelola obat di tingkat pelayanan dasar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau, dr. Rosmawati, S.Si., Apt., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa obat adalah komponen vital yang tidak bisa dipisahkan dari pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, aspek keamanan, jumlah, dan mutu harus menjadi prioritas utama.

Baca Juga :  Dinkes Ajak Pelajar Jadi Jumantik

“Obat adalah bagian penting dalam pelayanan kesehatan. Ketersediaannya harus terjamin, baik dari sisi jumlah, mutu, maupun keamanannya,” ujar dr. Rosmawati, Jum’at (1/5).

Salah satu poin krusial yang dibahas dalam pertemuan ini adalah penyusunan Rencana Kebutuhan Obat (RKO). dr. Rosmawati menyoroti bahwa perencanaan harus dilakukan secara cermat dengan mengacu pada pola penyakit di masing-masing wilayah kerja.

Beberapa poin penting terkait manajemen stok yang ditekankan antara lain RKO harus disusun berbasis data riil lapangan, mencegah terjadinya kekosongan obat (stockout) yang dapat menghambat pelayanan dan menghindari penumpukan stok berlebih (overstock) yang berpotensi merugikan negara dan menurunkan kualitas obat.

Selain menjadi ajang peningkatan kapasitas, pertemuan ini juga berfungsi sebagai forum evaluasi terhadap sistem pengelolaan obat yang tengah berjalan. Para peserta didorong untuk menyampaikan kendala teknis yang dihadapi di lapangan guna mencari solusi bersama yang aplikatif.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme Pengurus KDKMP

“Melalui forum ini, kita ingin memastikan semua terkelola dengan baik dan terukur. Saya mengajak seluruh pengelola obat untuk bekerja lebih teliti dan profesional,” tegas dr. Rosmawati.

Melalui penguatan kompetensi ini, Pemerintah Kabupaten Lamandau berharap kapasitas dan profesionalisme tenaga farmasi semakin meningkat. Dengan manajemen obat yang sehat, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Lamandau dapat terus terjaga secara berkelanjutan. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO –Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamandau secara resmi menggelar pertemuan strategis guna meningkatkan kompetensi petugas pengelola obat dan mutu pelayanan farmasi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula BKD Nanga Bulik.

Acara ini dihadiri oleh seluruh pimpinan Puskesmas beserta staf pengelola obat se-Kabupaten Lamandau, serta perwakilan dari RSUD Gusti Abdul Gani. Hadir sebagai narasumber utama, dr. Damar Pramusinta, MPH dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, yang memaparkan materi mendalam mengenai tata kelola obat di tingkat pelayanan dasar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau, dr. Rosmawati, S.Si., Apt., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa obat adalah komponen vital yang tidak bisa dipisahkan dari pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, aspek keamanan, jumlah, dan mutu harus menjadi prioritas utama.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Dinkes Ajak Pelajar Jadi Jumantik

“Obat adalah bagian penting dalam pelayanan kesehatan. Ketersediaannya harus terjamin, baik dari sisi jumlah, mutu, maupun keamanannya,” ujar dr. Rosmawati, Jum’at (1/5).

Salah satu poin krusial yang dibahas dalam pertemuan ini adalah penyusunan Rencana Kebutuhan Obat (RKO). dr. Rosmawati menyoroti bahwa perencanaan harus dilakukan secara cermat dengan mengacu pada pola penyakit di masing-masing wilayah kerja.

Beberapa poin penting terkait manajemen stok yang ditekankan antara lain RKO harus disusun berbasis data riil lapangan, mencegah terjadinya kekosongan obat (stockout) yang dapat menghambat pelayanan dan menghindari penumpukan stok berlebih (overstock) yang berpotensi merugikan negara dan menurunkan kualitas obat.

Selain menjadi ajang peningkatan kapasitas, pertemuan ini juga berfungsi sebagai forum evaluasi terhadap sistem pengelolaan obat yang tengah berjalan. Para peserta didorong untuk menyampaikan kendala teknis yang dihadapi di lapangan guna mencari solusi bersama yang aplikatif.

Baca Juga :  Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme Pengurus KDKMP

“Melalui forum ini, kita ingin memastikan semua terkelola dengan baik dan terukur. Saya mengajak seluruh pengelola obat untuk bekerja lebih teliti dan profesional,” tegas dr. Rosmawati.

Melalui penguatan kompetensi ini, Pemerintah Kabupaten Lamandau berharap kapasitas dan profesionalisme tenaga farmasi semakin meningkat. Dengan manajemen obat yang sehat, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Lamandau dapat terus terjaga secara berkelanjutan. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru