26.3 C
Jakarta
Monday, May 20, 2024
spot_img

Di Kegiatan Ada Penari Seksi Disaksikan Anak Kecil, Ini Respon Bupati

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Saat rapat koordinasi pengendalian kegiatan pembangunan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) triwulan III, Bupati  H.Halikinnor terlihat marah dan mempertanyakan izin kegiatan yang digelar oleh salah satu produsen kopi di taman Kota Sampit pada Sabtu (8/10), karena sudah membuat kesan tidak menyenangkan baginya.

“Siapa yang mengizinkan kegiatan yang digelar di Taman Kota Sampit itu, Harusnya sebelum memberikan izin, Dinas yang memiliki wewenang harus memilah kegiatan yang akan diselenggarakan,” kata Halikin, Senin (10/10).

Menurutnya kegiatan tersebut kurang baik di lihat masyarakat, karena disertai adanya penari yang cukup seksi, bahkan disaksikan anak kecil. Sehingga ini pun menjadi penilaian bagi masyarakat luar yang melihatnya, apalagi kegiatan tersebut  penyelenggaraannya bersamaan dengan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga :  Kabar Gembira! Bupati Naikan Tunjangan Kepala Desa dan BPD

“Itu sama saja tidak menghargai hari besar agama Islam, meskipun pihak kepolisian telah memberikan izin pelaksanaan kegiatan, harusnya dinas terkait mengetahui, terlebih lagi lokasi yang digunakan merupakan aset Pemerintah Kabupaten Kotim,” ujar Halikin.

Dirinya mengatakan, pemerintah daerah dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW melaksanakan pawai ta’aruf, agar masyarakat dapat mengambil hikmahnya, Malah ada pengelaran dancer yang katanya buka-bukaan di taman Kota Sampit.

“Harusnya sebelum memberikan izin, dinas yang memiliki wewenang harus memilah kegiatan yang akan diselenggarakan, Daerah kita ini kan agamais, jadi harus bisa mempertimbangkan kegiatan yang akan digelar, Kalau dinilai tidak baik, maka jangan berikan izin. Agar tidak menimbulkan tanggapan yang macam-macam dari masyarakat,” ucapnya.(bah)

Baca Juga :  Untuk Mengisi Jabatan Kosong Harus Dilakukan Lelang

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Saat rapat koordinasi pengendalian kegiatan pembangunan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) triwulan III, Bupati  H.Halikinnor terlihat marah dan mempertanyakan izin kegiatan yang digelar oleh salah satu produsen kopi di taman Kota Sampit pada Sabtu (8/10), karena sudah membuat kesan tidak menyenangkan baginya.

“Siapa yang mengizinkan kegiatan yang digelar di Taman Kota Sampit itu, Harusnya sebelum memberikan izin, Dinas yang memiliki wewenang harus memilah kegiatan yang akan diselenggarakan,” kata Halikin, Senin (10/10).

Menurutnya kegiatan tersebut kurang baik di lihat masyarakat, karena disertai adanya penari yang cukup seksi, bahkan disaksikan anak kecil. Sehingga ini pun menjadi penilaian bagi masyarakat luar yang melihatnya, apalagi kegiatan tersebut  penyelenggaraannya bersamaan dengan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga :  Kabar Gembira! Bupati Naikan Tunjangan Kepala Desa dan BPD

“Itu sama saja tidak menghargai hari besar agama Islam, meskipun pihak kepolisian telah memberikan izin pelaksanaan kegiatan, harusnya dinas terkait mengetahui, terlebih lagi lokasi yang digunakan merupakan aset Pemerintah Kabupaten Kotim,” ujar Halikin.

Dirinya mengatakan, pemerintah daerah dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW melaksanakan pawai ta’aruf, agar masyarakat dapat mengambil hikmahnya, Malah ada pengelaran dancer yang katanya buka-bukaan di taman Kota Sampit.

“Harusnya sebelum memberikan izin, dinas yang memiliki wewenang harus memilah kegiatan yang akan diselenggarakan, Daerah kita ini kan agamais, jadi harus bisa mempertimbangkan kegiatan yang akan digelar, Kalau dinilai tidak baik, maka jangan berikan izin. Agar tidak menimbulkan tanggapan yang macam-macam dari masyarakat,” ucapnya.(bah)

Baca Juga :  Untuk Mengisi Jabatan Kosong Harus Dilakukan Lelang
spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru