Narkoba Ancaman Serius! Pemkab Kotim Siap Bersinergi dan Mendukung Program-Program BNNK

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Mempertegas komitmennya dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, dengan memperkuat kolaborasi bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Kotim, Halikinnor, saat menerima kunjungan Kepala BNNK Kotim yang didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Umar Kaderi di Kantor Bupati Kotim, pada Selasa (7/7).

Pertemuan itu difokuskan untuk memperkuat pelaksanaan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah Kotim.

Halikinnor menilai peredaran narkoba merupakan ancaman nyata yang dapat merusak masa depan generasi muda. Sekaligus menghambat pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh terhadap seluruh program BNNK.

“Masalah narkoba menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda dan daerah. Karena itu pemerintah daerah siap bersinergi dan mendukung program-program BNNK agar upaya pencegahan dan penanganan bisa berjalan maksimal,” tegas Halikinnor.

Baca Juga :  BNN Tangkap 3 Tersangka, Amankan 9,2 Kilogram Sabu Jaringan Luar Negeri

Ia menegaskan. Penanganan persoalan narkotika tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum maupun BNNK. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga keluarga untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas narkoba.

Menurut Halikinnor, langkah preventif melalui edukasi dan sosialisasi harus terus diperluas, terutama kepada kalangan pelajar dan remaja, agar mereka memahami risiko serta dampak buruk penyalahgunaan narkotika sejak dini.

Electronic money exchangers listing

Selain itu, ia juga mendorong terciptanya lingkungan kerja dan lingkungan sosial yang sehat, aman, serta produktif sebagai benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan BNNK, kami berharap Kotim bisa semakin bersih dari narkoba dan masyarakat dapat hidup lebih sehat, aman, dan produktif,” ujarnya.

Baca Juga :  Sebanyak 42 PNS Masuki Purna Tugas, Bupati : Tetap Menjadi Panutan dan Terus Menebar Kebaikan

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas sejumlah langkah strategis yang akan dijalankan bersama, di antaranya memperluas sosialisasi program P4GN, memperkuat deteksi dini di lingkungan pemerintahan maupun dunia kerja, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung gerakan anti narkoba.

Pemkab Kotim berharap kolaborasi yang semakin solid dengan BNNK mampu memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Kabupaten Kotawaringin Timur yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Gerakan hidup sehat tanpa narkoba diharapkan dapat menjadi budaya di tengah masyarakat demi menciptakan masa depan daerah yang lebih baik dan berdaya saing,” pungkasnya.(bah/kpg)

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Mempertegas komitmennya dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, dengan memperkuat kolaborasi bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Kotim, Halikinnor, saat menerima kunjungan Kepala BNNK Kotim yang didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Umar Kaderi di Kantor Bupati Kotim, pada Selasa (7/7).

Pertemuan itu difokuskan untuk memperkuat pelaksanaan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah Kotim.

Electronic money exchangers listing

Halikinnor menilai peredaran narkoba merupakan ancaman nyata yang dapat merusak masa depan generasi muda. Sekaligus menghambat pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh terhadap seluruh program BNNK.

“Masalah narkoba menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda dan daerah. Karena itu pemerintah daerah siap bersinergi dan mendukung program-program BNNK agar upaya pencegahan dan penanganan bisa berjalan maksimal,” tegas Halikinnor.

Baca Juga :  BNN Tangkap 3 Tersangka, Amankan 9,2 Kilogram Sabu Jaringan Luar Negeri

Ia menegaskan. Penanganan persoalan narkotika tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum maupun BNNK. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga keluarga untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas narkoba.

Menurut Halikinnor, langkah preventif melalui edukasi dan sosialisasi harus terus diperluas, terutama kepada kalangan pelajar dan remaja, agar mereka memahami risiko serta dampak buruk penyalahgunaan narkotika sejak dini.

Selain itu, ia juga mendorong terciptanya lingkungan kerja dan lingkungan sosial yang sehat, aman, serta produktif sebagai benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan BNNK, kami berharap Kotim bisa semakin bersih dari narkoba dan masyarakat dapat hidup lebih sehat, aman, dan produktif,” ujarnya.

Baca Juga :  Sebanyak 42 PNS Masuki Purna Tugas, Bupati : Tetap Menjadi Panutan dan Terus Menebar Kebaikan

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas sejumlah langkah strategis yang akan dijalankan bersama, di antaranya memperluas sosialisasi program P4GN, memperkuat deteksi dini di lingkungan pemerintahan maupun dunia kerja, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung gerakan anti narkoba.

Pemkab Kotim berharap kolaborasi yang semakin solid dengan BNNK mampu memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Kabupaten Kotawaringin Timur yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Gerakan hidup sehat tanpa narkoba diharapkan dapat menjadi budaya di tengah masyarakat demi menciptakan masa depan daerah yang lebih baik dan berdaya saing,” pungkasnya.(bah/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru