SAMPIT, PROKALTENG.CO – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor. Meminta PT PLN segera mengatasi persoalan pemadaman listrik bergilir, yang dalam beberapa pekan terakhir kerap terjadi di wilayah Kotim.
Gangguan pasokan listrik tersebut dinilai telah menghambat aktivitas masyarakat, dunia usaha, hingga pelayanan publik di lingkungan pemerintah daerah.
“Kami sudah menghubungi pimpinan PLN untuk mempertanyakan penyebab pemadaman yang terus terjadi. Dari penjelasan mereka, gangguan disebabkan beberapa faktor di lapangan,” kata Halikinnor di Sampit,
Menurut Halikinnor, pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pemadaman listrik tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menghambat operasional pelaku usaha, industri rumahan, dan sektor produktif yang bergantung pada pasokan listrik.
Ia menambahkan. pemadaman yang terjadi berulang kali juga berisiko merusak berbagai peralatan elektronik milik warga, sehingga menambah beban masyarakat.
“Kalau listrik padam saat proses produksi berlangsung tentu kegiatan usaha akan terhenti. Belum lagi risiko kerusakan peralatan elektronik akibat listrik yang sering mati hidup,” ujarnya.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan PLN, lanjut Halikinnor. Â Sebagian besar gangguan berasal dari faktor nonteknis. Di antaranya pohon tumbang yang mengenai jaringan listrik hingga gangguan satwa, seperti monyet, yang menyebabkan distribusi listrik terganggu dan memerlukan perbaikan.
Karena itu, ia mengajak masyarakat ikut berperan menjaga keandalan jaringan listrik dengan memperhatikan keberadaan pohon di sekitar jalur kabel listrik, dan mendukung upaya pemangkasan ranting yang berpotensi mengganggu jaringan.
“PLN menjelaskan banyak gangguan berasal dari faktor nonteknis. Seperti pohon tumbang dan gangguan satwa. Jadi kami berharap masyarakat bisa memahami kondisi ini dan mendukung pemangkasan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik,” katanya.
Halikinnor mengakui, pemadaman listrik juga berdampak terhadap pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotim. Meski sejumlah kantor pemerintah telah didukung generator set (genset), pelayanan tetap tidak sepenuhnya berjalan normal ketika listrik padam secara tiba-tiba.
“Pelayanan publik tentu ikut terdampak. Memang kita terbantu dengan genset, tetapi tetap ada beberapa layanan yang sempat tertunda saat terjadi pemadaman mendadak dan harus menunggu pasokan listrik kembali normal,” ungkapnya.
Ia juga berharap PT PLN dapat segera menuntaskan berbagai gangguan yang terjadi. Sehingga pasokan listrik di Kotawaringin Timur kembali stabil. Dengan demikian, aktivitas masyarakat, dunia usaha, maupun pelayanan pemerintahan dapat berlangsung tanpa kendala.
“Saya berharap pihak PLN segera menuntaskan permasalahan pemadaman listrik bergilir ini, agar aktivitas masyarakat, dunia usaha, maupun pelayanan pemerintahan dapat berlangsung tanpa kendala lagi,” pungkasnya.(bah/kpg)


