26.5 C
Jakarta
Sunday, July 14, 2024
spot_img

Kepala SOPD Diminta Jujur Kalau Tidak Mampu

SAMPIT, PROKALTENG.CO-Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih jauh dari harapan, pasalnya Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) telah menargetkan setiap daerah sampai akhir tahun itu minimal harus mencapai 1000.

“Sekarang baru dua ratusan masih jauh dari target, setidaknya pada bulan Oktober nanti, penggunaan produk lokal diharapkan dapat mencapai hingga 700 pengunaan,” kata Bupati Kabupaten Kotim H Halikinnor, Selasa (6/9).

Dirinya meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri yang di anggap masih jauh dari target. Salah satu penggunaan produk dalam negeri yang dimaksud, seperti pengadaan barang/jasa yang dibiayai oleh APBN ataupun APBD oleh Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) dan instansi pemerintah kabupaten dalam memaksimalkan penggunaan hasil produksi dalam negeri dalam kegiatan.

Baca Juga :  Bupati Akan Buat Perbup Wajib Zakat Bagi ASN dan Pengusaha

“Berkaitan dengan program P3DN, Kami pemerintah daerah akan mendorong masyarakat agar lebih menggunakan produk dalam negeri dibandingkan produk impor, maka dari itu saya minta semua SOPD untuk memperhatikan agar dapat penggunaan produk dalam negeri,” ujar Halikin.

Menurutnya pada Bulan Oktober nanti Presiden Jokowi akan mengumumkan, dari  416 kabupaten/kota se Indonesia, daerah mana yang terendah akan dapat teguran, maka dari itu, ia telah menempatkan Mohammad Ikhwan sebagai Sekretaris Disperdagin yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Barang dan Jasa Setda Kotim, yang dinilai mampu membidangi hal tersebut.

“Kalau tidak mencapai target yang tentukan maka jabatan akan dimutasi. Begitupun dengan kepala SOPD diminta untuk jujur kalau tidak mampu melaksanakan tugasnya, jadi akhir tahun harus mencapai 1000 dan bulan Oktober ditargetkan dapat mencapai 700 penggunaan” tutupnya.(bah).

Baca Juga :  Libatkan Mahasiswa Membangun Kotim

 

SAMPIT, PROKALTENG.CO-Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih jauh dari harapan, pasalnya Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) telah menargetkan setiap daerah sampai akhir tahun itu minimal harus mencapai 1000.

“Sekarang baru dua ratusan masih jauh dari target, setidaknya pada bulan Oktober nanti, penggunaan produk lokal diharapkan dapat mencapai hingga 700 pengunaan,” kata Bupati Kabupaten Kotim H Halikinnor, Selasa (6/9).

Dirinya meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri yang di anggap masih jauh dari target. Salah satu penggunaan produk dalam negeri yang dimaksud, seperti pengadaan barang/jasa yang dibiayai oleh APBN ataupun APBD oleh Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) dan instansi pemerintah kabupaten dalam memaksimalkan penggunaan hasil produksi dalam negeri dalam kegiatan.

Baca Juga :  Bupati Akan Buat Perbup Wajib Zakat Bagi ASN dan Pengusaha

“Berkaitan dengan program P3DN, Kami pemerintah daerah akan mendorong masyarakat agar lebih menggunakan produk dalam negeri dibandingkan produk impor, maka dari itu saya minta semua SOPD untuk memperhatikan agar dapat penggunaan produk dalam negeri,” ujar Halikin.

Menurutnya pada Bulan Oktober nanti Presiden Jokowi akan mengumumkan, dari  416 kabupaten/kota se Indonesia, daerah mana yang terendah akan dapat teguran, maka dari itu, ia telah menempatkan Mohammad Ikhwan sebagai Sekretaris Disperdagin yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Barang dan Jasa Setda Kotim, yang dinilai mampu membidangi hal tersebut.

“Kalau tidak mencapai target yang tentukan maka jabatan akan dimutasi. Begitupun dengan kepala SOPD diminta untuk jujur kalau tidak mampu melaksanakan tugasnya, jadi akhir tahun harus mencapai 1000 dan bulan Oktober ditargetkan dapat mencapai 700 penggunaan” tutupnya.(bah).

Baca Juga :  Libatkan Mahasiswa Membangun Kotim

 

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru