SAMPIT, PROKALTENG.CO– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) dalam memberikan fasilitas pemasangan kontrasepsi dengan metode operasi Metode Operasi Wanita (MOW) bagi masyarakat, Rabu (4/10). Operasi itu dilakukan gratis dalam rangka peringatan hari kontrasepsi sedunia.
Kepala Dinas Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Kotim, Imam Subekti mengatakan pemasangan kontrasepsi tersebut adalah salah satu program yang ada dalam program Keluarga Berencana (KB) dalam upaya pengendalian penduduk. Hal itu dirasa penting. Sehingga tidak terjadi pembeludakan penduduk dalam jangka panjang.
“Pemasangan kontrasepsi MOW ini adalah saah satu program kita yanga ada di KB dalam upaya pengendalian jumlah penduduk terutama yang ada di Kotim,”kata Imam Subekti.
Dikatakannya, program tersebut merupakan operasi untuk jangka panjang. Program tersebut diperuntukkan bagi pasangan yang sudah mempunyai anak yang cukup. Sehingga pemasangan kontrasepsi tersebut dapat mencegah terjadinya kehamilan sekecil apapun.
“Metode ini memang diperuntukkan bagi mereka yang mempunyai anak yang cukup. Biasnya umur mereka sudah tua tetapi masih produktif. Jadi kita sarankan untuk ikut program ini,” sampai Imam Subekti.
Dirinya mengatakan, metode MOW dinilai lebih efektif dan steril. Sehingga kemungkinan terjadinya kehamilan akan sangat kecil. Persyaratannya juga harus melalui tahap persyaratan kesehatan. Sehingga keamanannya terjamin.
“Kelebihan dari metode ini adalah ini lebih efektif dan ini steril. Jadi resiko kehamilan itu akan sangat kecil. Makanya biasanya diikuti oleh orang yang sudah punya anak cukup dan harus perserujuan suami,”pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD dr Murjani Sampit, Khaidir mengatakan, kegiatan tersebut adalah salah satu membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, fasilitas yang diberikan itu juga dapat membantu pemerintah dalam upaya pengendalian penduduk.
“Alhamdulillah kita bisa membantu pemerintah dalam memfasilitasi kegiatan ini. Selain memang tugas kita memberikan layanan kesehatan, kita juga membantunpemerintah dalam upaya pengendalian penduduk,”tuturnya.
Dirinya menambahkan, dokter yang bertugas dalam kegiatan tersebut merupakan dokter yang sudah ahli di bidangnya. Sehingga para pasien yang akan menjalankan program tidak perlu merasa khawatir karena sudah ditangani oleh ahlinya dan sesuai prosedur yang berlaku. (sli/kpg/ind)