26.5 C
Jakarta
Sunday, July 14, 2024
spot_img

Kualitas Udara Memburuk, Masyarakat Kotim Diimbau Gunakan Masker

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H.Halikinnor. Mengimbau masyarakat di wilayahnya untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Terutama pada saat pagi hari, karena kualitas udara terlihat terus memburuk kabut asap mulai semakin tebal, bahkan pada Minggu (1/10) pagi sudah berstatus Berbahaya.

“Kita lihat sejak pukul 05.00 WIB asap sudah terlihat, dan bau menyengat asap juga tercium,dan berdasarkan laporan aplikasi pemantau pencemaran udara ISPUNET milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kabupaten Kotim pada pukul 08.00 WIB menunjukkan kualitas udara berbahaya dengan angka pencemaran mencapai 303 PM2,5 dan tadi statusnya juga menghitam (berbahaya),” kata Halikin, Minggu (1/10).

Menurutnya. Status yang diberi penanda dengan warna hitam ini menggambarkan, Bahwa tingkat kualitas yang dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan perlu penanganan cepat. Kualitas udara ini terpantau terus memburuk bahkan sampai  meningkat menjadi 317.

Baca Juga :  Beasiswa Gerbang Mentaya untuk Membantu Putra-Putri Kotim Menempuh Pendidikan

“Kualitas udara terlihat terus memburuk, hal ini  akibat kebakaran lahan yang kembali marak terjadi. Tidak hanya di Kota Sampit, kebakaran lahan juga marak di wilayah selatan yang memang mengalami tingkat kekeringan lebih tinggi,” ujar Halikin.

Dirinya mengatakan data dari Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), jumlah hot spot pada dua bulan terakhir meningkat tajam. Titik panas pada Agustus sebanyak 1.345 titik dan September sebanyak 1.994 titik, Sebaran hot spot terbanyak terkonsentrasi di wilayah selatan yaitu Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Teluk Sampit. Selama September, hot spot di Mentaya Hilir Selatan tercatat 683 titik dan Teluk Sampit 424 titik.

“Pemadaman kebakaran lahan terus dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, Manggalang Agni dan Balakar, Pemadaman juga diperkuat melalui udara dengan water bombing yang menggunakan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” kata Halikin.

Baca Juga :  Bupati Minta Masyarakat Menerima dan Mendukung Hasil Pilkades

Ia juga menambahkan saat ini Kabupaten Kotim sudah berstatus tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan status itu sudah satu kali diperpanjang selama tujuh hari dan nanti akan dilakukan evaluasi lagi.

“Rencanannya besok (hari ini) kita akan melakukan rapat evaluasi kembali terkait penetapan status tanggap darurat bencana Karhutla, dan kita akan melibatkan semua pihak terkait dalam penetapan status selanjutnya,” tutupnya (bah/kpg/ind)

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H.Halikinnor. Mengimbau masyarakat di wilayahnya untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Terutama pada saat pagi hari, karena kualitas udara terlihat terus memburuk kabut asap mulai semakin tebal, bahkan pada Minggu (1/10) pagi sudah berstatus Berbahaya.

“Kita lihat sejak pukul 05.00 WIB asap sudah terlihat, dan bau menyengat asap juga tercium,dan berdasarkan laporan aplikasi pemantau pencemaran udara ISPUNET milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kabupaten Kotim pada pukul 08.00 WIB menunjukkan kualitas udara berbahaya dengan angka pencemaran mencapai 303 PM2,5 dan tadi statusnya juga menghitam (berbahaya),” kata Halikin, Minggu (1/10).

Menurutnya. Status yang diberi penanda dengan warna hitam ini menggambarkan, Bahwa tingkat kualitas yang dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan perlu penanganan cepat. Kualitas udara ini terpantau terus memburuk bahkan sampai  meningkat menjadi 317.

Baca Juga :  Beasiswa Gerbang Mentaya untuk Membantu Putra-Putri Kotim Menempuh Pendidikan

“Kualitas udara terlihat terus memburuk, hal ini  akibat kebakaran lahan yang kembali marak terjadi. Tidak hanya di Kota Sampit, kebakaran lahan juga marak di wilayah selatan yang memang mengalami tingkat kekeringan lebih tinggi,” ujar Halikin.

Dirinya mengatakan data dari Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), jumlah hot spot pada dua bulan terakhir meningkat tajam. Titik panas pada Agustus sebanyak 1.345 titik dan September sebanyak 1.994 titik, Sebaran hot spot terbanyak terkonsentrasi di wilayah selatan yaitu Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Teluk Sampit. Selama September, hot spot di Mentaya Hilir Selatan tercatat 683 titik dan Teluk Sampit 424 titik.

“Pemadaman kebakaran lahan terus dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, Manggalang Agni dan Balakar, Pemadaman juga diperkuat melalui udara dengan water bombing yang menggunakan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” kata Halikin.

Baca Juga :  Bupati Minta Masyarakat Menerima dan Mendukung Hasil Pilkades

Ia juga menambahkan saat ini Kabupaten Kotim sudah berstatus tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan status itu sudah satu kali diperpanjang selama tujuh hari dan nanti akan dilakukan evaluasi lagi.

“Rencanannya besok (hari ini) kita akan melakukan rapat evaluasi kembali terkait penetapan status tanggap darurat bencana Karhutla, dan kita akan melibatkan semua pihak terkait dalam penetapan status selanjutnya,” tutupnya (bah/kpg/ind)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru