29.5 C
Jakarta
Saturday, November 29, 2025

BPBD Kobar dan Basarnas Latih Anggota PMR SMAN 1 Pangkalanbun Kuasai Teknik Water Rescue

PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan kebencanaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menggelar Pelatihan Penyelamatan di Air (Water Rescue), Sabtu (18/10). Kegiatan berlangsung di Danau Biru Desa Batu Belaman, Kecamatan Arut Selatan, dan diikuti 37 anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari SMAN 1 Pangkalanbun.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam penanganan korban di area perairan, sekaligus memperkuat kapasitas relawan dalam mendukung operasi kemanusiaan PMI Kobar.

Kabid Kedaruratan dan Kesiapsiagaan BPBD Kobar, Pahrul Laji, menyebut pelatihan water rescue merupakan agenda rutin tahunan yang dijalankan bersama Basarnas.

“Ini kegiatan penting bagi instansi yang bergerak di bidang evakuasi dan pertolongan. Diharapkan para peserta siap melaksanakan tugas dengan efisien dan efektif, khususnya dalam penyelamatan di air,” ujarnya.

Baca Juga :  Banyak Potensi Kerawanan, Syahruni : Tingkatkan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Selama Ramadan

Pahrul menambahkan, kegiatan ini juga sejalan dengan peran BPBD Kobar dalam memberikan edukasi serta pelatihan kebencanaan kepada masyarakat agar lebih tanggap dan siap menghadapi kondisi darurat.

“Kompetensi tenaga penyelamatan harus selalu di-upgrade karena menyangkut keselamatan jiwa manusia,” tegasnya.

Sementara itu, Pelatih Water Rescue BPBD Kobar, Sabarudin, menjelaskan sejumlah materi yang diberikan, antara lain pedoman keselamatan di air, teknik pertolongan, prinsip penyelamatan, metode evakuasi, serta defense and release.

Electronic money exchangers listing

“Water rescue adalah tindakan penyelamatan efektif ketika manusia atau benda berharga berada dalam kondisi berisiko di air. Karena itu, kami berikan materi secara detail agar anggota PMR memiliki pemahaman dan keterampilan yang kuat,” jelasnya.

Baca Juga :  10 Hari Tak Ditemukan, Basarnas Hentikan Pencarian Mahasiswa ULM yang Hilang di Hutan

Pelatihan ini diharapkan mampu menumbuhkan generasi muda yang sigap, tangguh, dan berdaya dalam menghadapi berbagai potensi bencana, terutama di wilayah perairan Kotawaringin Barat. (tim)

PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan kebencanaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menggelar Pelatihan Penyelamatan di Air (Water Rescue), Sabtu (18/10). Kegiatan berlangsung di Danau Biru Desa Batu Belaman, Kecamatan Arut Selatan, dan diikuti 37 anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari SMAN 1 Pangkalanbun.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam penanganan korban di area perairan, sekaligus memperkuat kapasitas relawan dalam mendukung operasi kemanusiaan PMI Kobar.

Kabid Kedaruratan dan Kesiapsiagaan BPBD Kobar, Pahrul Laji, menyebut pelatihan water rescue merupakan agenda rutin tahunan yang dijalankan bersama Basarnas.

Electronic money exchangers listing

“Ini kegiatan penting bagi instansi yang bergerak di bidang evakuasi dan pertolongan. Diharapkan para peserta siap melaksanakan tugas dengan efisien dan efektif, khususnya dalam penyelamatan di air,” ujarnya.

Baca Juga :  Banyak Potensi Kerawanan, Syahruni : Tingkatkan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Selama Ramadan

Pahrul menambahkan, kegiatan ini juga sejalan dengan peran BPBD Kobar dalam memberikan edukasi serta pelatihan kebencanaan kepada masyarakat agar lebih tanggap dan siap menghadapi kondisi darurat.

“Kompetensi tenaga penyelamatan harus selalu di-upgrade karena menyangkut keselamatan jiwa manusia,” tegasnya.

Sementara itu, Pelatih Water Rescue BPBD Kobar, Sabarudin, menjelaskan sejumlah materi yang diberikan, antara lain pedoman keselamatan di air, teknik pertolongan, prinsip penyelamatan, metode evakuasi, serta defense and release.

“Water rescue adalah tindakan penyelamatan efektif ketika manusia atau benda berharga berada dalam kondisi berisiko di air. Karena itu, kami berikan materi secara detail agar anggota PMR memiliki pemahaman dan keterampilan yang kuat,” jelasnya.

Baca Juga :  10 Hari Tak Ditemukan, Basarnas Hentikan Pencarian Mahasiswa ULM yang Hilang di Hutan

Pelatihan ini diharapkan mampu menumbuhkan generasi muda yang sigap, tangguh, dan berdaya dalam menghadapi berbagai potensi bencana, terutama di wilayah perairan Kotawaringin Barat. (tim)

Terpopuler

Artikel Terbaru