31.6 C
Jakarta
Tuesday, February 27, 2024

Antisipasi Potensi Ancaman Buaya, Pj Bupati Segera Keluarkan Surat Edaran

PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO– Menghadapi insiden tragis sambaran buaya terhadap seorang anak bernama Habil (10) di bantaran Sungai Tepi Arut, Pj Bupati Kobar Budi Santosa menyatakan kesiapannya untuk mengeluarkan surat edaran guna mengantisipasi kejadian serupa di masa depan. Meskipun korban sudah ditemukan tak bernyawa oleh tim dan warga sekitar, langkah-langkah preventif dianggap penting untuk mencegah kejadian serupa.

“Kami akan segera mengeluarkan surat edaran terkait kejadian ini agar masyarakat dapat mengantisipasi. Kami tidak ingin musibah ini terulang kembali, dan tindakan cepat perlu diambil,” ungkap Budi Santosa.

Budi Santosa menekankan bahwa kondisi di sekitar sungai tidak selalu dapat diprediksi, mengingat sungai adalah habitat bagi berbagai jenis hewan. Meskipun demikian, ia menyadari bahwa masyarakat setempat telah menyadari keberadaan predator seperti buaya di daerah tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Kobar Raih Penghargaan Primaniyarta Kali Pertama

Meski dianggap sebagai hal yang biasa, kejadian ini menunjukkan perlunya tindakan pencegahan, karena masih ada kemungkinan keberadaan buaya lain di sekitar sungai.

“Pelarangan mandi atau kegiatan lainnya di sana mungkin tidak mungkin dilakukan, karena sungai merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat di sekitarnya,” katanya.

Meski demikian, dengan meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian, masyarakat diharapkan dapat benar-benar mengantisipasi potensi ancaman buaya. Terkait dengan isi surat edaran, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. (son/uni/kpg/ind)

PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO– Menghadapi insiden tragis sambaran buaya terhadap seorang anak bernama Habil (10) di bantaran Sungai Tepi Arut, Pj Bupati Kobar Budi Santosa menyatakan kesiapannya untuk mengeluarkan surat edaran guna mengantisipasi kejadian serupa di masa depan. Meskipun korban sudah ditemukan tak bernyawa oleh tim dan warga sekitar, langkah-langkah preventif dianggap penting untuk mencegah kejadian serupa.

“Kami akan segera mengeluarkan surat edaran terkait kejadian ini agar masyarakat dapat mengantisipasi. Kami tidak ingin musibah ini terulang kembali, dan tindakan cepat perlu diambil,” ungkap Budi Santosa.

Budi Santosa menekankan bahwa kondisi di sekitar sungai tidak selalu dapat diprediksi, mengingat sungai adalah habitat bagi berbagai jenis hewan. Meskipun demikian, ia menyadari bahwa masyarakat setempat telah menyadari keberadaan predator seperti buaya di daerah tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Kobar Raih Penghargaan Primaniyarta Kali Pertama

Meski dianggap sebagai hal yang biasa, kejadian ini menunjukkan perlunya tindakan pencegahan, karena masih ada kemungkinan keberadaan buaya lain di sekitar sungai.

“Pelarangan mandi atau kegiatan lainnya di sana mungkin tidak mungkin dilakukan, karena sungai merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat di sekitarnya,” katanya.

Meski demikian, dengan meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian, masyarakat diharapkan dapat benar-benar mengantisipasi potensi ancaman buaya. Terkait dengan isi surat edaran, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. (son/uni/kpg/ind)

Terpopuler

Artikel Terbaru