26.7 C
Jakarta
Friday, May 24, 2024
spot_img

2020, SDN Baun Bango Akan Dibangun Kembali

KASONGAN–Hancurnya bangunan SDN 1 Baun Bango Desa Baun Bango,
Kecamatan Kamipang, akibat peristiwa kebakaran beberapa waktu lalu, kini
menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Katingan. Gedung SDN Baun Bango tersebut
bakal dibangun kembali dan menjadi prioritas di tahun anggaran 2020 mendatang.

Wakil Bupati Katingan Sunardi NT
Litang mengatakan, awalnya mau direncanakan akan dianggarkan sesegera mungkin,
yaitu melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun
Anggaran 2019 yang sedang dibahas saat ini. Namun lantaran kegiatan di APBD
2019 ini sudah memasuki triwulan III, tentu saja waktu pekerjaannya terlalu
mepet. Sementara waktu pekerjaannya minimal selama tiga bulan.

“Oleh karena itu, dari pada
khawatir tidak bisa selesai di akhir tahun. Sehingga program kegiatannnya kita
masukan di ABPD tahun anggaran 2020 saja,” kata wakil bupati kepada wartawan,
Jumat (20/7).

Baca Juga :  Mampu Eksis, BUMDes Luwuk Kiri Mendapat Apresiasi

Dia juga meminta untuk
konsultannya, Dinas Pendidikan bisa membuat program kegiatannya, yang
selanjutnya dilakukan pelelangan secepatnya. Sehingga kegiatan fisik di tahun
2020 nanti bisa dikerjakan lebih cepat.

“Kalau bisa di triwulan I sudah
ada pemenang lelangnya. “Semakin cepat dilelang akan semakin cepat pula
dikerjakan dan dinikmati hasil pembangunannya oleh siswa siswi di sekolah itu,”
ucapnya. (eri/abe/ctk/nto)

KASONGAN–Hancurnya bangunan SDN 1 Baun Bango Desa Baun Bango,
Kecamatan Kamipang, akibat peristiwa kebakaran beberapa waktu lalu, kini
menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Katingan. Gedung SDN Baun Bango tersebut
bakal dibangun kembali dan menjadi prioritas di tahun anggaran 2020 mendatang.

Wakil Bupati Katingan Sunardi NT
Litang mengatakan, awalnya mau direncanakan akan dianggarkan sesegera mungkin,
yaitu melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun
Anggaran 2019 yang sedang dibahas saat ini. Namun lantaran kegiatan di APBD
2019 ini sudah memasuki triwulan III, tentu saja waktu pekerjaannya terlalu
mepet. Sementara waktu pekerjaannya minimal selama tiga bulan.

“Oleh karena itu, dari pada
khawatir tidak bisa selesai di akhir tahun. Sehingga program kegiatannnya kita
masukan di ABPD tahun anggaran 2020 saja,” kata wakil bupati kepada wartawan,
Jumat (20/7).

Baca Juga :  Mampu Eksis, BUMDes Luwuk Kiri Mendapat Apresiasi

Dia juga meminta untuk
konsultannya, Dinas Pendidikan bisa membuat program kegiatannya, yang
selanjutnya dilakukan pelelangan secepatnya. Sehingga kegiatan fisik di tahun
2020 nanti bisa dikerjakan lebih cepat.

“Kalau bisa di triwulan I sudah
ada pemenang lelangnya. “Semakin cepat dilelang akan semakin cepat pula
dikerjakan dan dinikmati hasil pembangunannya oleh siswa siswi di sekolah itu,”
ucapnya. (eri/abe/ctk/nto)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru