KASONGAN, PROKALTENG.CO – Seluruh personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Katingan. Ditekankan agar senantiasa mengedepankan profesionalisme dan sikap humanis dalam menjalankan tugas.
Penekanan tersebut disampaikan Bupati Katingan, Saiful, saat menghadiri sekaligus memimpin acara Serah Terima Jabatan (sertijab) Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Katingan, Senin (5/1).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Satpol PP dan Damkar Kabupaten Katingan tersebut menandai peralihan kepemimpinan dari Pelaksana Tugas (Plt) Dony Merianto kepada pejabat defi nitif, Wahiman.
Bupati Saiful menegaskan bahwa rotasi dan sertijab merupakan bagian penting dari dinamika organisasi pemerintahan. Hal tersebut bertujuan menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Katingan, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada saudara Dony Merianto atas dedikasi dan tanggung jawabnya selama menjabat sebagai Pelaksana Tugas,” ujar Saiful.
Menurutnya, selama masa transisi, Satpol PP dan Damkar telah berhasil menjaga stabilitas ketenteraman umum serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanggulangan kebakaran dan potensi bencana lainnya di wilayah Kabupaten Katingan.
Kepada pejabat definitif yang baru dilantik, Wahiman, Bupati menaruh harapan agar segera beradaptasi dan memperkuat koordinasi, baik secara internal maupun dengan instansi terkait lainnya.
“Amanah ini merupakan bentuk kepercayaan. Saya berharap saudara Wahiman mampu membawa Satpol PP dan Damkar menjadi perangkat daerah yang semakin profesional, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Saiful mengingatkan bahwa peran Satpol PP dan Damkar sangat strategis dalam melindungi keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ia menekankan pentingnya penegakan Peraturan Daerah (Perda) yang berkeadilan dengan mengedepankan pendekatan persuasif.
“Tingkatkan kualitas sumber daya manusia dan kedisiplinan aparatur, manfaatkan sarana dan prasarana secara optimal, serta jaga soliditas internal. Junjung tinggi nilai etika dan kearifan lokal dalam setiap pelaksanaan tugas,” imbuhnya. (eri/kpg)


