MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO-Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar salat istisqa di halaman Kantor Bupati Barito Utara, Minggu (30/8). Kegiatan ibadah ini menjadi bentuk ikhtiar lahir dan batin serta doa bersama untuk memohon turunnya hujan yang membawa keberkahan di tengah musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kalimantan Tengah.
Salat berjamaah yang berlangsung khidmat ini diikuti langsung oleh Bupati Barito Utara H Shalahuddin ST MT, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, aparatur sipil negara, tokoh agama, alim ulama, serta ratusan masyarakat. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Barito Utara KH Rusmadi Darsani juga turut hadir dalam rangkaian ibadah tersebut.
Dalam sambutannya sebelum pelaksanaan salat, Bupati Shalahuddin menyampaikan bahwa salat istisqa merupakan simbol kerendahan hati manusia di hadapan Pencipta.
“Hari ini kita datang bukan dengan kesombongan, bukan pula merasa bahwa kita memiliki segala daya dan kemampuan. Kita datang dengan hati yang tunduk, tangan yang terangkat dan doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT,” ujar Shalahuddin.
Bupati menekankan bahwa pelaksanaan salat istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual pemerintah bersama masyarakat menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini sebagai ajang muhasabah, memperbanyak istigfar, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, dan lingkungan sekitar.
“Kekeringan panjang ini meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan yang berdampak luas pada kesehatan, ekonomi, hingga pendidikan,” tegas Bupati Shalahuddin.
Menurutnya, kebakaran yang terjadi pada kondisi alam yang kering dapat dengan cepat meluas, sementara asap yang ditimbulkan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, kesehatan, transportasi, serta kualitas kehidupan masyarakat secara keseluruhan.
Oleh karena itu, bupati secara tegas mengimbau warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah sembarangan di area kering, dan tidak membuang puntung rokok sembarangan yang masih menyala. Ia juga meminta masyarakat agar segera melaporkan kepada aparat desa, kepolisian, atau instansi berwenang apabila menemukan titik api agar dapat ditangani secepatnya sebelum meluas.
Bupati Shalahuddin berharap hujan yang turun nantinya dapat membasahi tanah, mengisi kembali sungai dan sumber-sumber air, menyuburkan tanaman, serta membantu memadamkan titik-titik api sehingga kebakaran hutan dan lahan dapat segera berhenti.
“Melalui salat istisqa ini, kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar segera diberikan hujan yang membawa keberkahan dan keselamatan bagi masyarakat Barito Utara,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap hujan segera turun secara merata sehingga kondisi lingkungan menjadi lebih lembap dan risiko karhutla dapat ditekan. Selain ikhtiar melalui doa, pemerintah juga terus mendorong kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi potensi karhutla, termasuk meningkatkan pemantauan wilayah rawan serta mengajak masyarakat berperan aktif dalam pencegahan kebakaran.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan munajat bersama memohon diturunkan hujan berkah, keselamatan daerah, serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Barito Utara. (ren)


