Solidaritas Kepada Saudara-Saudara di 3 Wilayah Terdampak Bencana Bentuk Bela Negara Kontekstual

MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO – Semangat bela negara menjadi kekuatan kolektif untuk menghadapi dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Hal ini ditegaskan dalam amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dibacakan Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, pada upacara Hari Bela Negara (HBN) ke-77, Senin (22/12) di halaman kantor Bupati Barito Utara.

Sejarah heroik tiga wilayah yang tengah diuji bencana alam: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi salah satu hal yang ditekankan pada amanat tersebut. Presiden menegaskan bahwa ujian yang mereka hadapi saat ini adalah panggilan bagi seluruh bangsa untuk hadir dan membantu.

Dari Aceh, bangsa ini belajar tentang keteguhan sebuah wilayah yang menjadi benteng pertahanan Nusantara sejak masa kerajaan.

Baca Juga :  Raperda APBD yang Diajukan Disusun Berpedoman pada RPD Batara 2024–2026 dan RKPD Tahun 2026

“Pada masa revolusi kemerdekaan, Aceh disebut sebagai ’daerah modal’ karena dukungan rakyatnya,” sebut amanat presiden yang dibacakan Bupati Shalahuddin.

Sumbangsih Sumatera Utara juga dikenang melalui semangat juang rakyat Medan Area dan perlawanan heroik di berbagai kota yang tak pernah padam. Wilayah itu menjadi pusat perlawanan strategis yang menjaga kesinambungan pemerintahan Republik Indonesia di masa agresi.

Sementara Sumatera Barat, khususnya Bukittinggi, dicatat sebagai tempat lahirnya Penyelamat Republik.

Electronic money exchangers listing

“Ketika ibu kota negara diduduki, justru dari Sumatera Barat – lah pemerintah Republik tetap hidup,” kutip amanat itu menegaskan peran kritis PDRI tahun 1948.

Presiden menekankan bahwa kontribusi ketiga wilayah tersebut bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan fondasi nyata persatuan bangsa.

Baca Juga :  Kolaborasi Pemkab dan Swasta Perkuat Jalan Vital di Barito Utara

“Tanpa Aceh, tanpa Sumatera Utara dan Sumatera Barat, sejarah bela negara tidak akan lengkap,” tegas amanat tersebut.

Oleh karena itu, momentum HBN ke-77 diharapkan menjadi pengingat untuk mewujudkan cinta tanah air dalam tindakan nyata. Solidaritas kepada saudara-saudara di tiga wilayah yang terdampak bencana menjadi bentuk bela negara yang kontekstual saat ini.

Tema Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju mengingatkan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai dengan kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan seluruh rakyat dalam menghadapi setiap tantangan zaman, termasuk ujian bencana alam. (ren/kpg)

MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO – Semangat bela negara menjadi kekuatan kolektif untuk menghadapi dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Hal ini ditegaskan dalam amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dibacakan Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, pada upacara Hari Bela Negara (HBN) ke-77, Senin (22/12) di halaman kantor Bupati Barito Utara.

Sejarah heroik tiga wilayah yang tengah diuji bencana alam: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi salah satu hal yang ditekankan pada amanat tersebut. Presiden menegaskan bahwa ujian yang mereka hadapi saat ini adalah panggilan bagi seluruh bangsa untuk hadir dan membantu.

Electronic money exchangers listing

Dari Aceh, bangsa ini belajar tentang keteguhan sebuah wilayah yang menjadi benteng pertahanan Nusantara sejak masa kerajaan.

Baca Juga :  Raperda APBD yang Diajukan Disusun Berpedoman pada RPD Batara 2024–2026 dan RKPD Tahun 2026

“Pada masa revolusi kemerdekaan, Aceh disebut sebagai ’daerah modal’ karena dukungan rakyatnya,” sebut amanat presiden yang dibacakan Bupati Shalahuddin.

Sumbangsih Sumatera Utara juga dikenang melalui semangat juang rakyat Medan Area dan perlawanan heroik di berbagai kota yang tak pernah padam. Wilayah itu menjadi pusat perlawanan strategis yang menjaga kesinambungan pemerintahan Republik Indonesia di masa agresi.

Sementara Sumatera Barat, khususnya Bukittinggi, dicatat sebagai tempat lahirnya Penyelamat Republik.

“Ketika ibu kota negara diduduki, justru dari Sumatera Barat – lah pemerintah Republik tetap hidup,” kutip amanat itu menegaskan peran kritis PDRI tahun 1948.

Presiden menekankan bahwa kontribusi ketiga wilayah tersebut bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan fondasi nyata persatuan bangsa.

Baca Juga :  Kolaborasi Pemkab dan Swasta Perkuat Jalan Vital di Barito Utara

“Tanpa Aceh, tanpa Sumatera Utara dan Sumatera Barat, sejarah bela negara tidak akan lengkap,” tegas amanat tersebut.

Oleh karena itu, momentum HBN ke-77 diharapkan menjadi pengingat untuk mewujudkan cinta tanah air dalam tindakan nyata. Solidaritas kepada saudara-saudara di tiga wilayah yang terdampak bencana menjadi bentuk bela negara yang kontekstual saat ini.

Tema Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju mengingatkan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai dengan kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan seluruh rakyat dalam menghadapi setiap tantangan zaman, termasuk ujian bencana alam. (ren/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru