MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO – Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, ST MT. Menekankan bahwa peningkatan kapasitas anggaran daerah harus diimbangi dengan peningkatan disiplin dan kinerja aparatur.
Hal ini disampaikannya dalam apel pagi yang digelar di halaman Kantor Bupati, Selasa (13/1).
Dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang kini mencapai sekitar Rp3,4 triliun.
Bupati menargetkan penyerapan anggaran bisa mencapai 25-30 persen pada periode Februari-Maret. Target ini dicanangkan untuk mendorong percepatan perputaran ekonomi masyarakat.
Bupati Shalahuddin menyatakan. Fondasi utama untuk mewujudkan visi pembangunan adalah kedisiplinan. Tanpa hal tersebut, semua program unggulan tidak akan dapat terealisasi dengan optimal.
“Kedisiplinan adalah pintu awal. Tanpa itu, kita tidak bisa berbicara tentang kapasitas, integritas, dan loyalitas. Evaluasi kinerja akan terus kami lakukan agar seluruh perangkat daerah berjalan seirama dengan visi pembangunan daerah,” tegas H. Shalahuddin.
Bupati membeberkan tiga tantangan mendesak yang menjadi fokus perbaikan, yaitu rendahnya penyerapan anggaran (sekitar 71%), opini audit BPK yang masih Wajar Dengan Pengecualian (WDP), serta Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD/MCP KPK) yang rendah. Ia memberi tenggat waktu tiga bulan untuk perubahan awal dan enam bulan untuk hasil yang konkret.
Bupati juga menegaskan penegakan aturan yang tegas merupakan bentuk komitmen, bukan kekerasan. Ia mendorong seluruh ASN untuk bergerak maju bersama memberikan kontribusi nyata.
“Masyarakat Barito Utara menunggu hasil kerja kita. Visi, misi, dan 12 program unggulan yang telah kami sampaikan akan kami wujudkan selama lima tahun ini, namun itu hanya bisa tercapai dengan disiplin dan kerja keras,” ujarnya.
Ia secara khusus mengingatkan para ASN penanggung jawab kegiatan fisik dan keuangan untuk bekerja secara transparan dan akuntabel.
“Saya minta seluruh ASN, khususnya yang menangani kegiatan fisik dan keuangan, bekerja sesuai aturan, transparan, dan akuntabel. Tidak ada toleransi terhadap penyimpangan,” tegasnya.
Sebagai penutup kegiatan, Bupati mengajak seluruh jajaran untuk memperkuat sinergi dan menjaga semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan publik yang optimal.
Pasca apel dilakukan penyerahan simbolis kendaraan dinas kepada beberapa instansi vertikal, seperti Dandim 1013 Muara Teweh, Polres, Kejaksaan Negeri, dan Kantor Kementerian Agama setempat. (ren/kpg)


