BUNTOK, PROKALTENG.CO – Lumpuhnya perekonomian masyarakat akibat pademi Covid-19, menjadi masalah serius bagi seluruh komponen pemerintahan baik ditingkat pusat maupun daerah yang harus segera ditangani.
Begitu juga dengan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan salah satu sektor penggerak ekonomi sektor riil menjadi yang paling terdampak dari pademi Covid-19 ini oleh karena itu.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan (Barsel) melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) setempat mendorong, akan pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya UMKM melalui sistem digitalisasi.
Kepala BPKAD Barsel Akmad Akmal Husaen saat ditemui mengatakan, agar terus berkembang pesat dan mampu memberikan dampak pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat maka.
“Tidaklah berlebihan, bila kita belajar dari Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) yang merupakan salah satu mata pembelajaran Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat II,” katanya kepada Prokalteng.co, Selasa (28/9).
Menurutnya, dengan lokus di Pemko Jogjakarta tentang bagaimana upaya pemerintah setempat dalam mengawal UMKM agar kembali tumbuh dan berkembang dimasa pademi ini yakni melalui Program Gandeng Gendong.
Adapun gandeng gendong tersebut merupakan, program kolaborasi antar stakeholder dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adapun stakeholder yang dilibatkan disebut dengan 5K yakni Kota (Pemko), Korporasi, Kampus, Komunitas dan Kampung.
“Inilah yang kita ingin terapkan, tentunya dengan adat budaya dan kearifan lokal dengan harapan mampu membangkitkan pertumbuhan ekonomi riil melalui sektor UMKM,”ujarnya.
Akhmad Akmal Husaen menuturkan, saat ini Pemkab Barsel sudah mulai membentuk program kearah tersebut dengan pembentukan desa wisata budaya oleh Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Budaya (Disporaparbud) setempat di beberapa wilayah Kecamatan.
“Bahkan, beberapa waktu lalu lounching perdana oleh Bupati Barsel H Eddy Raya Samsuri pada saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Barsel Ke-62 dengan penyerahan papan nama desa wisata kepada tiga Kepala Desa (Kades),”jelasnya.
Terkait dengan kendala masih adanya beberapa wilayah blank spot lanjutnya, Pemkab Barsel melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) saat ini juga telah bekerjasama dengan para provider telekomunikasi.
“Untuk membangun, infrastruktur tower jaringan komunikasi dibeberapa titik yang dianggap mampu menjangkau area tidak ada jaringan internet dan telepon,”terangnya.
Dengan demikian kata Akhmad Akmal Husaen, kedepannya pada sektor pendapatan BPKAD Barsel akan memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia untuk peningkatan semua potensi PAD yang ada diseluruh Desa dan Kelurahan Se-Barsel.
“Untuk memberikan, kemudahan bagi masyarakat membayar pajak daerah yang merupakan salah satu unsur Pendapatan Asli Daerah (PAD),”ungkapnya.
Lebih lanjut ditambahkannya, selain menggandeng para pelaku usaha UMKM yang sudah ada agar terus bertumbuh pihaknya juga menargetkan akan membantu dan menumbuh kembangkan semangat masyarakat yang berada di wilayah yang sudah memiliki akses digital agar turut serta menjadi pelaku usaha UMKM.
“Kita juga akan membantu, dan menumbuh kembangkan semangat masyarakat yang berada di wilayah yang sudah memiliki akses digital agar turut serta menjadi pelaku usaha UMKM,” tutupnya.