BUNTOK, PROKALTENG.CO – Bupati Barito Selatan (Barsel) Eddy Raya Samsuri didampingi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda)Barsel, Ita Minarni dan Ketua TP PKK Hj Permana Sari memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah atau janji pejabat administrator, pejabat pengawas dan pejabat fungsional sebanyak 27 orang di Aula Setda Barsel, Senin (23/2/2026) siang.
Eddy Raya menyampaikan, pada awal tahun 2026 Pemkab Barsel telah melantik pejabat pimpinan tinggi pratama sebanyak 6 jabatan.
Enam jabatan tersebut terdiri dari Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas kesehatan.
Dengan terisinya jabatan pimpinan tinggi pratama di perangkat daerah yang telah lama kosong itu, Eddy Raya berharap bahwa roda birokrasi bisa berjalan lebih cepat dan efektif untuk terus meningkatkan laju roda pemerintahan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Maka kami melakukan pengisian beberapa jabatan kosong ataupun melakukan mutasi terhadap pejabat Administrator dan pejabat pengawas. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi, integritas dan kinerja yang dibutuhkan. Namun tetap sesuai koridor dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Pj Sekda Barsel, Ita Minarni mengatakan dalam upaya mengimplementasikan visi dan misi rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Barsel tahun 2025–2029, yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Maka disadari atau tidak, keberhasilan misi itu tidak hanya ditentukan oleh perencanaan yang baik saja. Tetapi juga bergantung pada kualitas kepemimpinan birokrasi, baik ditingkat pimpinan tinggi maupun tingkat pejabat administrator dan pejabat pengawas,” ujarnya.
Dia menyebut, saat ini penerapan manajemen talenta ASN menjadi kebijakan nasional yang harus didukung bersama.
Menurutnya, setiap ASN dituntut untuk terus mengembangkan kompetensi, adaptif terhadap perubahan, serta mampu bekerja secara kolaboratif dan inovatif.
“Bangunlah kerja tim yang solid. Hilangkan sikap ingin menonjol sendiri. Seluruh administrasi pertanggungjawaban kegiatan, baik fisik maupun keuangan, dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Laksanakan serah terima jabatan dan seluruh inventaris dinas secara tertib dan sesuai aturan,”pesan Ita. (ena/kpg)


