BUNTOK, PROKALTENG.CO – Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Yoga P Utomo menyebutkan sebanyak 26 lokasi atau desa yang telah dilaksanakan program kampung iklim (ProKlim).
Hal tersebut disampaikannya saat membuka sosialisasi ProKlim, di room meeting rumah makan Dapoer Najwa Buntok, beberapa waktu yang lalu.
“Program Kampung Iklim merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim,” ujar Yoga P Utomo.
Yoga, berharap masyarakat nantinya diberikan edukasi terkait perubahan iklim ini dan beradaptasi menghadapi perubahan iklim.
“Sehingga nantinya ada gerakan-gerakan dan program salah satu contohnya menanam pohon dilingkungan sekitar,”jelas Yoga.
Menurunya, saat ini Indonesia salah satu Negara mengalami perubahan iklim sangat drastis, seperti bencana hidrologi, gempa, banjir, panas ekstrem dan lain sebagainya hal Ini sangat mempengaruhi kehidupan sehar-hari masyarakat.
Dengan adanya program sosialisasi ProKlim ini masyarakat diberikan edukasi dan mitigasi, sehingga bisa bertahan menghadapi perubahan iklim.
“Diharapkan Program Kampung Iklim dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas lingkungan di bumi berjuluk Dahani Dahanai Tuntung Tulus yang kita cintai ini,” ucapnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barsel Bilivson menyebutkan bahwa satu desa yakni Pararapak di Kecamatan yang telah melaksanakan ProKlim ini satu desa telah ditetapkan sebagai Desa ProKlim Lestari. Desa Pararapak ini telah ditetapkan sebagai Desa ProKlim lestari, satu-satunya di Kalimantan Tengah.
” Bersama Pemerintah Daerah dan perusahaan akan berkolaborasi untuk terus meningkatkan sehingga menghasilkan perubahan. Sebagimana diketahui ada 3 krisis planet yakni perubahan iklim, polusi dan hilangnya keanekaragaman hayati. Jadi sosialisasi ini menyamakan gerak langkah dan kolaborasi kita semua,” tutur Bilivson.
Menurutnya, Desa Pararapak ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dan mendorong desa lainnya untuk mengikuti jejak ini agar semakin banyak wilayah yang peduli terhadap lingkungan dan perubahan iklim.
”Dengan diraihnya predikat ProKlim Lestari, desa tersebut diharapkan dapat terus mempertahankan prestasinya sekaligus menjadi percontohan dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat di tingkat kabupaten,” pungkasnya. (ena/kpg)


