BUNTOK, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai menyalurkan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) kepada masyarakat di Kabupaten Barito Selatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Dusun Selatan, Senin (9/3) siang.
Kegiatan dihadiri langsung oleh Pj Sekda Barsel, Dr Ita Minarni, Kepala Dinas (Kadis) PMD Provinsi Kalteng H. Aryawan, Kepala BKD Provinsi Kalteng, Lisda Aryana , Kadinsos Barsel, Syahdani.
Program bantuan sosial terpadu yang digagas oleh Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat prasejahtera, khususnya kelompok rentan seperti keluarga miskin, penyandang disabilitas, dan anak terlantar.
Penyerahan kartu tersebut disampaikan oleh tim Kartu Huma Betang Sejahtera Provinsi Kalteng yang mendapat penugasan langsung dari gubernur untuk melakukan sosialisasi dan distribusi ke sejumlah kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Barito Selatan.
“Untuk wilayah Kabupaten Barsel disiapkan sebanyak 10.573 kartu yang akan disalurkan kepada keluarga penerima manfaat. Kami dari tim Kartu Huma Betang Sejahtera Provinsi Kalteng menjalankan penugasan dari Bapak Gubernur H Agustiar Sabran untuk menyampaikan kartu ini secara fisik kepada warga Kabupaten Barito Selatan yang berhak menerima,” ujar Kadis PMD Provinsi Kalteng, H Aryawan.
Aryawan menjelaskan, setelah kartu diserahkan kepada relawan di daerah, selanjutnya mereka akan berkoordinasi dengan lurah dan Kades untuk melakukan validasi data penerima sebelum kartu diberikan kepada masyarakat yang tercantum dalam daftar penerima manfaat. Program Kartu Huma Betang Sejahtera merupakan bantuan sosial terpadu yang terintegrasi dalam satu kartu.
“Melalui kartu tersebut masyarakat dapat mengakses berbagai bentuk bantuan pemerintah daerah, mulai dari bantuan tunai, bantuan sembako, layanan kesehatan, hingga dukungan pendidikan gratis. Secara keseluruhan, jumlah kartu yang akan disalurkan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah mencapai lebih dari 200 ribu penerima manfaat di seluruh Provinsi Kalteng, ” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Pj Sekda Barsel, Dr Ita Minarni, menyampaikan adanya program KHBS ini bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Barsel untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu.
Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa penerima program ini tidak boleh menerima bantuan yang sama dari program pemerintah pusat agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan.
“Yang dapatpun sebenarnya bukan berarti ketika dulu dapat kartu dia dapat karena tidak boleh tabrakan dengan program pemerintah pusat. Contohnya kan ada program dari pak presiden, ada juga program- program yang dulu memang sudah lama itu rutin identshow artinya yang dapat nanti masyarakat kita jangan salah paham yang dapat itu yang masuk kategori dan tidak double itu harus ditekankan karena nanti akan berkembang kalau mereka sudah terdaftar dapat bantuan yang lain,” terang Dr Ita Minarni.
Supaya program tersebut tepat sasaran, Pemkab Barsel akan membantu mensosialisasikan menjelaskan ke masyarakat bahwa yang menerima adalah masyarakat yang memang masuk kategori dan tidak menerima bantuan serupa dari program lain. Hal Ini menurut Pj Sekda Barsel sangat penting agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan.
“Untuk memastikan keakuratan data penerima, proses verifikasi akan menggunakan aplikasi berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK). Melalui sistem tersebut dapat diketahui apakah seseorang sudah terdaftar sebagai penerima bantuan lain atau belum agar program ini berjalan tepat sasaran dan benar-benar membantu warga yang membutuhkan,” tegasnya. (ena/kpg)


