BUNTOK, PROKALTENG.CO – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), dr. Dadang Baskoro Nugroho, menegaskan pentingnya penyegaran dalam pengelolaan program dan manajemen Puskesmas untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Hal itu disampaikan terkait penyegaran sebanyak 6 Kepala Puskesmas beberapa waktu lalu.
Menurut dr. Dadang Baskoro Nugroho, Puskesmas merupakan bagian dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan yang memiliki peran sebagai ujung tombak dalam menjalankan berbagai program kesehatan, baik yang berasal dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan maupun program yang diteruskan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten.
“ Puskesmas itu merupakan kepanjangan tangan dari Dinas Kesehatan. Tugasnya melaksanakan program yang sudah dicanangkan mulai dari pusat, kementerian, hingga dinas kesehatan di daerah,” ujar dr. Dadang Baskoro Nugroho saat ditemui di ruang kerjanya, kamis (2/7).
Dadang Baskoro Nugroho menjelaskan saat ini Puskesmas menghadapi berbagai tantangan dalam memenuhi target pelayanan kesehatan, terutama dalam mendukung program prioritas nasional seperti penanganan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit infeksi, serta program cek kesehatan gratis.
” Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada keterbatasan pembiayaan program.bDalam kondisi efisiensi seperti sekarang, anggaran mengalami pengurangan, tetapi target capaian pelayanan tetap harus ideal. Karena itu, kita tetap berupaya agar program nasional bisa berjalan dan sukses,” jelas dr. Dadang Baskoro Nugroho.
Dadang juga menyampaikan perbedaan mendasar antara fungsi Puskesmas dan rumah sakit dalam sistem pelayanan kesehatan. Puskesmas memiliki peran utama pada aspek promotif dan preventif, sedangkan rumah sakit lebih berfokus pada pelayanan kuratif atau pengobatan.
“Kalau Puskesmas lebih banyak melakukan kegiatan promotif dan pencegahan. Puskesmas harus aktif turun ke masyarakat melakukan berbagai upaya pencegahan penyakit. Sementara rumah sakit lebih bersifat kuratif, yaitu menerima dan menangani pasien yang membutuhkan pengobatan,” tambahnya.
Dengan adanya penyegaran dalam manajemen dan penguatan peran Puskesmas, Kepala Dinas Kesehatan Barsel berharap pelaksanaan program kesehatan dapat berjalan lebih optimal serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mencapai target pembangunan kesehatan daerah. (ena/kpg)


