Rantai motor adalah salah satu komponen penting yang berperan dalam menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang. Jika rantai tidak dirawat dengan baik, performa motor bisa menurun, suara bising muncul, bahkan berisiko menyebabkan kecelakaan.
Oleh karena itu, merawat rantai secara rutin sangat penting agar motor tetap nyaman dan aman digunakan. Banyak pengendara sering mengabaikan kondisi rantai hingga akhirnya mengalami masalah seperti rantai kendur, aus, atau bahkan putus di tengah perjalanan.
Padahal, dengan perawatan yang tepat, rantai bisa bertahan lebih lama dan tidak mudah mengalami kerusakan. Mulai dari pembersihan, pelumasan, hingga pengecekan ketegangan, semua langkah ini perlu dilakukan secara berkala.
Berikut cara merawat rantai motor agar tetap kencang dan berfungsi optimal:
- Rutin Membersihkan Rantai
Rantai yang kotor dapat menyebabkan gesekan berlebih dan mempercepat keausan. Bersihkan rantai setiap 1.000–1.500 km dengan cairan pembersih dan sikat nilon. Hindari membersihkan rantai saat mesin menyala. Putar roda belakang secara manual agar lebih mudah membersihkan setiap bagian rantai dan sproket.
- Melumasi Rantai Secara Berkala
Pelumasan membantu rantai tetap fleksibel dan tidak cepat aus. Lakukan setiap 300 km atau setelah pembersihan rutin. Waktu terbaik melumasi rantai adalah setelah digunakan. Semprotkan pelumas di bagian dalam rantai agar lebih efektif.
- Mengecek Ketegangan Rantai
Rantai yang terlalu kendur mengurangi tenaga, sedangkan yang terlalu kencang membuat komponen cepat aus. Periksa ketegangan rantai secara rutin. Gunakan penggaris untuk mengukur kelonggaran. Idealnya 25–40mm untuk motor jalan raya dan 40–60mm untuk motor off-road.
- Cara Menyesuaikan Kelonggaran Rantai
Jika rantai terlalu kendur, longgarkan mur as roda belakang dan penyetel rantai di kedua sisi swingarm. Putar baut penyetel searah jarum jam untuk mengencangkan. Setelah pas, kencangkan kembali mur penyetel dan mur as roda.
- Memeriksa Keausan Rantai dan Sproket
Periksa rantai dan sproket setiap 10.000–12.000 km. Jika rantai berkarat, berbunyi berisik, atau melompat dari sproket, segera ganti. Cek sproket dengan melihat bentuk giginya. Jika ujungnya tajam atau seperti kail, artinya sudah aus dan perlu diganti.
- Mengganti Rantai dan Sproket Secara Bersamaan
Saat rantai aus, ganti juga sproket depan dan belakang. Mengganti hanya rantai bisa membuatnya lebih cepat rusak. Pilih rantai yang sesuai dengan motor. Rantai O-ring dan X-ring lebih tahan lama dibandingkan rantai biasa.
- Hindari Kebiasaan yang Membuat Rantai Cepat Rusak
Jangan sering melakukan akselerasi mendadak karena bisa membuat rantai cepat meregang. Rutin bersihkan dan lumasi rantai agar tidak cepat aus. Pastikan ketegangannya selalu sesuai dengan standar pabrikan.(jpc)