24.1 C
Jakarta
Friday, February 20, 2026

Rem Depan Bunyi Berdecit? Jangan Dianggap Sepele, Ini 7 Penyebab dan Solusinya

PROKALTENG.CO – Rem depan bunyi berdecit saat tuas ditekan memang bikin risih. Apalagi kalau suaranya nyaring dan muncul setiap kali mengerem. Banyak yang menganggap sepele, padahal bunyi pada kampas rem depan bisa jadi tanda ada masalah pada sistem pengereman.

Kalau dibiarkan, rem depan bunyi bukan cuma mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa menurunkan performa pengereman dan membahayakan keselamatan. Supaya tidak terlambat, kenali dulu penyebabnya dan segera lakukan perbaikan. Berikut 7 penyebab umum rem depan bunyi berdecit beserta solusinya, dirangkum dari laman Suzuki Indonesia.

1. Kampas Rem Kotor

Kampas rem depan mudah terkena debu, pasir, lumpur, hingga kerak jalan, apalagi saat sering melintas di kemacetan atau jalan basah. Kotoran yang menempel membuat gesekan dengan cakram tidak rata dan memicu bunyi berdecit saat mengerem.

Solusinya, bersihkan kampas rem menggunakan amplas halus agar permukaannya kembali rata. Jika ragu membongkar sendiri, sebaiknya bawa ke bengkel supaya dibersihkan dengan prosedur yang aman.

2. Kampas Rem Tidak Berkualitas

Kampas rem nonoriginal atau berkualitas rendah memang lebih murah. Namun material yang terlalu keras atau tidak sesuai standar pabrikan justru sering menimbulkan suara berisik. Selain itu, kampas jenis ini biasanya cepat aus dan kurang pakem.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Cara Ampuh Menghilangkan Bau Rokok di Mobil Bekas, Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah

Agar sistem pengereman tetap optimal dan senyap, gunakan kampas rem asli atau produk aftermarket yang sudah teruji kualitasnya.

3. Kampas Rem Terlalu Panas (Glazing)

Kebiasaan menekan tuas rem terus-menerus bisa membuat kampas terlalu panas. Saat terjadi panas berlebih, permukaan kampas bisa mengeras atau mengalami glazing. Akibatnya, gesekan tidak maksimal dan muncul bunyi decit.

Pastikan ada jarak bebas pada tuas rem sekitar 10–20 mm agar tidak selalu dalam posisi tertekan. Jika kampas sudah mengeras dan daya cengkeram menurun, sebaiknya diganti.

4. Kampas Rem Menipis

Kampas rem punya batas ketebalan minimum. Jika terlalu tipis, bagian logam di dalamnya bisa langsung bergesekan dengan cakram. Inilah yang menimbulkan bunyi nyaring sekaligus berisiko merusak cakram.

Rutin cek ketebalan kampas rem. Jika sudah mendekati batas minimum, segera ganti agar pengereman tetap aman dan pakem.

5. Kaliper Rem Macet

Kaliper bertugas menekan kampas ke cakram saat pengereman. Jika kaliper macet, kampas bisa terus menempel meski tidak sedang mengerem. Akibatnya, muncul suara gesekan tidak normal saat motor berjalan.

Baca Juga :  Penting Diketahui! Bahaya Besar Jika Kamu Lupa Ganti Oli Mobil

Solusinya, bersihkan kaliper dan beri pelumas khusus pada pin gesernya. Jika kerusakan cukup parah, komponen perlu diganti.

6. Kampas Rem Basah

Melewati genangan atau hujan deras bisa membuat kampas basah. Air yang terjebak di antara kampas dan cakram mengganggu gesekan dan menimbulkan bunyi sementara.

Biasanya suara akan hilang setelah kering. Anda bisa mengerem ringan beberapa kali saat berkendara pelan untuk membantu proses pengeringan.

7. Kurang Pelumasan Komponen Pendukung

Bagian seperti pin kaliper dan titik sambungan butuh pelumasan agar bergerak halus. Jika pelumas habis, gesekan menjadi kasar dan menimbulkan bunyi.

Lakukan servis berkala dan gunakan pelumas khusus sistem rem agar komponen tetap awet.

Rem depan bunyi berdecit bukan masalah sepele. Semakin cepat diketahui penyebabnya, semakin kecil risiko kerusakan yang lebih parah. Jangan tunggu sampai pengereman terasa tidak pakem baru bertindak. Keselamatan berkendara tetap yang utama. (jpg)

PROKALTENG.CO – Rem depan bunyi berdecit saat tuas ditekan memang bikin risih. Apalagi kalau suaranya nyaring dan muncul setiap kali mengerem. Banyak yang menganggap sepele, padahal bunyi pada kampas rem depan bisa jadi tanda ada masalah pada sistem pengereman.

Kalau dibiarkan, rem depan bunyi bukan cuma mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa menurunkan performa pengereman dan membahayakan keselamatan. Supaya tidak terlambat, kenali dulu penyebabnya dan segera lakukan perbaikan. Berikut 7 penyebab umum rem depan bunyi berdecit beserta solusinya, dirangkum dari laman Suzuki Indonesia.

1. Kampas Rem Kotor

Electronic money exchangers listing

Kampas rem depan mudah terkena debu, pasir, lumpur, hingga kerak jalan, apalagi saat sering melintas di kemacetan atau jalan basah. Kotoran yang menempel membuat gesekan dengan cakram tidak rata dan memicu bunyi berdecit saat mengerem.

Solusinya, bersihkan kampas rem menggunakan amplas halus agar permukaannya kembali rata. Jika ragu membongkar sendiri, sebaiknya bawa ke bengkel supaya dibersihkan dengan prosedur yang aman.

2. Kampas Rem Tidak Berkualitas

Kampas rem nonoriginal atau berkualitas rendah memang lebih murah. Namun material yang terlalu keras atau tidak sesuai standar pabrikan justru sering menimbulkan suara berisik. Selain itu, kampas jenis ini biasanya cepat aus dan kurang pakem.

Baca Juga :  Cara Ampuh Menghilangkan Bau Rokok di Mobil Bekas, Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah

Agar sistem pengereman tetap optimal dan senyap, gunakan kampas rem asli atau produk aftermarket yang sudah teruji kualitasnya.

3. Kampas Rem Terlalu Panas (Glazing)

Kebiasaan menekan tuas rem terus-menerus bisa membuat kampas terlalu panas. Saat terjadi panas berlebih, permukaan kampas bisa mengeras atau mengalami glazing. Akibatnya, gesekan tidak maksimal dan muncul bunyi decit.

Pastikan ada jarak bebas pada tuas rem sekitar 10–20 mm agar tidak selalu dalam posisi tertekan. Jika kampas sudah mengeras dan daya cengkeram menurun, sebaiknya diganti.

4. Kampas Rem Menipis

Kampas rem punya batas ketebalan minimum. Jika terlalu tipis, bagian logam di dalamnya bisa langsung bergesekan dengan cakram. Inilah yang menimbulkan bunyi nyaring sekaligus berisiko merusak cakram.

Rutin cek ketebalan kampas rem. Jika sudah mendekati batas minimum, segera ganti agar pengereman tetap aman dan pakem.

5. Kaliper Rem Macet

Kaliper bertugas menekan kampas ke cakram saat pengereman. Jika kaliper macet, kampas bisa terus menempel meski tidak sedang mengerem. Akibatnya, muncul suara gesekan tidak normal saat motor berjalan.

Baca Juga :  Penting Diketahui! Bahaya Besar Jika Kamu Lupa Ganti Oli Mobil

Solusinya, bersihkan kaliper dan beri pelumas khusus pada pin gesernya. Jika kerusakan cukup parah, komponen perlu diganti.

6. Kampas Rem Basah

Melewati genangan atau hujan deras bisa membuat kampas basah. Air yang terjebak di antara kampas dan cakram mengganggu gesekan dan menimbulkan bunyi sementara.

Biasanya suara akan hilang setelah kering. Anda bisa mengerem ringan beberapa kali saat berkendara pelan untuk membantu proses pengeringan.

7. Kurang Pelumasan Komponen Pendukung

Bagian seperti pin kaliper dan titik sambungan butuh pelumasan agar bergerak halus. Jika pelumas habis, gesekan menjadi kasar dan menimbulkan bunyi.

Lakukan servis berkala dan gunakan pelumas khusus sistem rem agar komponen tetap awet.

Rem depan bunyi berdecit bukan masalah sepele. Semakin cepat diketahui penyebabnya, semakin kecil risiko kerusakan yang lebih parah. Jangan tunggu sampai pengereman terasa tidak pakem baru bertindak. Keselamatan berkendara tetap yang utama. (jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru