PEREKONOMIAN Kalteng mengalami tekanan cukup berat akibat pandemi Covid-19 yang melanda sejak tahun 2020. Berdasar rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Kalteng terkontraksi sebesar 1,40 persen. Kondisi ini masih berlanjut di tahun 2021.
Pada Triwulan I 2021 pertumbuhan ekonomi Kalteng mengalami kontraksi sebesar 3,12 persen terhadap tahun lalu (y-on-y) dan 2,01 persen terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q). Pertumbuhan ekonomi Kalteng pada Triwulan I 2021 adalah terendah kedua diantara provinsi-provinsi di Indonesia.
Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk memulihkan ekonomi ditengah pandemi Covid-19 yang belum mereda. Satu di antaranya adalah melalui pemulihan sektor pariwisata.
Pemilihan pemulihan pariwisata untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi didasarkan pada adanya efek pengganda (multiplier effect) dari kegiatan pariwisata. Pariwisata melibatkan banyak pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat dan hampir mencakup semua sektor ekonomi. Keterkaitan lintas sektor pariwisata inilah yang diharapkan dapat menjadi mata rantai pendukung bagi gerak ke depan (moving forward) pembangunan perekonomian di Kalteng.
Lalu seberapa besar potensi pariwisata mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Kalteng tahun 2021?
Kontribusi pariwisata dalam perekonomian Kalteng
Kalteng mempunyai potensi menjadi daerah tujuan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Banyak obyek wisata yang miliki Kalteng. Salah satunya adalah Taman Nasional Tanjung Puting yang sudah dikenal hingga mancanegara. Obyek wisata lain yang cukup dikenal diantaranya Pantai Ujung Pandaran dan Taman Nasional Sebangau.
Berbagai kegiatan festival dan pameran budaya juga dilakukan untuk menarik kunjungan wisatawan. Namun, adanya pandemi Covid-19 menyebabkan beberapa agenda pariwisata di Kalteng tidak dapat dilaksanakan.
Dari sisi ekonomi, data BPS mengungkap bahwa kontribusi lapangan usaha yang terkait langsung dengan kegiatan pariwisata, seperti transportasi serta penyediaan akomodasi dan makan minum, masih relatif kecil. Pada tahun 2020 kontribusi kedua sektor tersebut terhadap perekonomian Kalteng masing-masing hanya sebesar 7,24 persen dan 1,86 persen. Angka ini jauh dibandingkan sektor pertanian (21,80 persen), industri pengolahan (15,96 persen), dan perdagangan (13,19 persen).
Namun, pada beberapa tahun terakhir, kecuali tahun 2020, pertumbuhan kedua sektor tersebut cukup pesat dan di atas rata-rata seluruh sektor. Sektor jasa-jasa yang sebagiannya terkait pariwisata juga tumbuh cukup tinggi, yaitu 8,38 persen (2018) dan 6,65 persen (2019).
Memasuki tahun 2021 pemerintah mulai melakukan pelonggaran atau relaksasi aturan pergerakan masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Beberapa kegiatan mulai diizinkan dilakukan di hotel, seperti rapat, seminar, dan resepsi pernikahan. Tempat wisata dan hiburan juga mulai diperbolehkan beroperasi.
Pada tahun 2021 kinerja usaha perhotelan mulai menunjukkan perbaikan. Rilis BPS menyebutkan rata-rata tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang maupun non bintang selama periode Januari-Mei 2021 mencapai 38,87 persen dan 18,61 persen. Ini lebih tinggi dari TPK tahun 2020 dan diharapkan terus berlanjut.
Pandemi yang belum mereda
Namun demikian, pandemi Covid-19 sepertinya masih menjadi persoalan serius yang akan dihadapi Kalteng dalam upaya pemulihan pariwisata tahun 2021 ini. Berita melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia dan pemberlakukan kembali pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akan kembali mengganggu mobilitas penduduk dan dapat menekan pariwisata Kalteng.
Optimisme pulihnya perekonomian pada awal tahun 2021 seiring dimulainya program vaksinasi massal ternyata masih menghadapi tantangan yang tidak mudah. Proses vaksinasi yang diharapkan dapat berjalan cepat dan segera memutus rantai penularan Covid-19 belum berjalan optimal. Per 1 Juli 2021, data Kementerian Kesehatan menunjukkan dari target 181,55 juta orang seluruh Indonesia, untuk vaksinasi pertama baru terealisasi 30,18 juta (16,63 persen), sedangkan untuk vaksinasi kedua 13,62 juta (7,50 persen). Di Kalteng, proses vaksinasi difokuskan untuk tenaga medis, pegawai pelayanan publik, dan lansia. Untuk masyarakat umum baru mulai dimasifkan pada Juli 2021 ini.
Sebagai penutup, pariwisata memang mempunyai potensi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Kalteng tahun 2021 ini dan tahun-tahun ke depan. Namun, upaya pemulihan pariwisata tahun 2021 masih menghadapi persoalan pandemi Covid-19 yang belum mereda.
Untuk memulihkan pariwisata di tengah pandemi Covid-19, maka disiplin dan mematuhi protokol kesehatan (prokes) menjadi pra-syarat mutlak yang harus dilakukan. Proses vaksinasi massal juga harus dipercepat untuk memberi rasa aman bagi masyarakat. Agar mampu menjadi penggerak perekonomian Kalteng ke depan, maka program pemulihan pariwisata harus berkesinambungan dan didukung oleh semua pihak.(***)
(AKHMAD TANTOWI. Fungsional Ahli Madya – BPS Provinsi Kalimantan Tengah)