25.7 C
Jakarta
Thursday, February 19, 2026

Prabowo Batal Hadiri Harlah ke-100 NU di Istora Senayan, Ini Penjelasan PBNU

PROKALTENG.CO – Meski Pasukan Pengamaman Presiden (Paspampres) sudah bersiaga di Istora Senayan, Jakarta Selatan (Jaksel) Sabtu (31/1).Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dikabarkan tidak hadir dalam agenda peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan, Presiden Prabowo batal hadir bersama-sama ribuan jamaah NU di Istora Senayan karena mendadak ada agenda kenegaraan yang tidak bisa diwakilkan.

”Memang pada saat terakhir (sebelum acara dimulai), beliau (Prabowo) mungkin berhalangan karena ada tugas lain. Kami mendengar ada beberapa tugas negara terkait dengan tamu-tamu negara,” ucap dia kepada awak media.

Persiapan kedatangan Prabowo dalam acara peringatan satu abad NU, kata Gus Yahya, sudah dipersiapkan sejak jauh hari. Koordinasi dengan Istana sudah berlangsung. Termasuk untuk urusan teknis dengan Paspampres. Namun demikian, presiden tidak dapat hadir sesuai rencana.

Baca Juga :  Alami Penolakan Warga Lokal, Pengungsi Rohingya di Aceh Besar Lima Kali Dipindahkan

Sebagai perwakilan karena Presiden Prabowo batal hadir, Gus Yahya menyampaikan bahwa Ketua MPR RI Ahmad Muzani akan hadir secara langsung.

Muzani turut menyampaikan sambutan dalam acara yang dihadiri oleh lebih kurang 10 ribu peserta dari seluruh wilayah Indonesia tersebut.

Selain presiden, Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar juga tidak tampak di lokasi acara Harlah ke-100 NU. Menurut Gus Yahya, dia sudah mendapat informasi sejak kemarin malam (30/1) bahwa KH. Miftachul Akhyar berhalangan hadir karena ada persoalan kesehatan.

Electronic money exchangers listing

”Kami tadi malam sudah mendapatkan kabar dari beliau, bahwa sedianya beliau akan berangkat. Tapi, beliau mengalami kendala kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu, berkaitan dengan beberapa menteri Kabinet Merah Putih yang tidak datang, Gus Yahya menyatakan bahwa mereka ada kesibukan lain. Termasuk diantaranya Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang tidak lain adalah sekretaris jenderal (sekjen) PBNU.

Baca Juga :  PBNU: Sukmawati Sangat Tidak Tepat dan Keliru Besar!

”Tentu ada tugas lain, termasuk Pak Saifullah Yusuf yang mungkin ada kesibukan lain,” ungkap dia.(jpg)

PROKALTENG.CO – Meski Pasukan Pengamaman Presiden (Paspampres) sudah bersiaga di Istora Senayan, Jakarta Selatan (Jaksel) Sabtu (31/1).Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dikabarkan tidak hadir dalam agenda peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan, Presiden Prabowo batal hadir bersama-sama ribuan jamaah NU di Istora Senayan karena mendadak ada agenda kenegaraan yang tidak bisa diwakilkan.

”Memang pada saat terakhir (sebelum acara dimulai), beliau (Prabowo) mungkin berhalangan karena ada tugas lain. Kami mendengar ada beberapa tugas negara terkait dengan tamu-tamu negara,” ucap dia kepada awak media.

Electronic money exchangers listing

Persiapan kedatangan Prabowo dalam acara peringatan satu abad NU, kata Gus Yahya, sudah dipersiapkan sejak jauh hari. Koordinasi dengan Istana sudah berlangsung. Termasuk untuk urusan teknis dengan Paspampres. Namun demikian, presiden tidak dapat hadir sesuai rencana.

Baca Juga :  Alami Penolakan Warga Lokal, Pengungsi Rohingya di Aceh Besar Lima Kali Dipindahkan

Sebagai perwakilan karena Presiden Prabowo batal hadir, Gus Yahya menyampaikan bahwa Ketua MPR RI Ahmad Muzani akan hadir secara langsung.

Muzani turut menyampaikan sambutan dalam acara yang dihadiri oleh lebih kurang 10 ribu peserta dari seluruh wilayah Indonesia tersebut.

Selain presiden, Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar juga tidak tampak di lokasi acara Harlah ke-100 NU. Menurut Gus Yahya, dia sudah mendapat informasi sejak kemarin malam (30/1) bahwa KH. Miftachul Akhyar berhalangan hadir karena ada persoalan kesehatan.

”Kami tadi malam sudah mendapatkan kabar dari beliau, bahwa sedianya beliau akan berangkat. Tapi, beliau mengalami kendala kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu, berkaitan dengan beberapa menteri Kabinet Merah Putih yang tidak datang, Gus Yahya menyatakan bahwa mereka ada kesibukan lain. Termasuk diantaranya Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang tidak lain adalah sekretaris jenderal (sekjen) PBNU.

Baca Juga :  PBNU: Sukmawati Sangat Tidak Tepat dan Keliru Besar!

”Tentu ada tugas lain, termasuk Pak Saifullah Yusuf yang mungkin ada kesibukan lain,” ungkap dia.(jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru