“Pertemuan ini memperkuat MoU yang sudah ada. Ada dua hal besar yang menjadi fokus kita. Pertama, dukungan kerja sama dalam mobilisasi, pengelolaan, dan pendayagunaan dana ZIS dengan subjek khusus para pekerja migran Indonesia. Kedua, dukungan teknis secara menyeluruh yang mencakup tiga tahapan penting bagi PMI,” ujar Sodik.
Sodik merinci bahwa penguatan teknis yang disiapkan BAZNAS bersama KP2MI mencakup tiga fase krusial perjalanan pekerja migran. Pada tahap sebelum keberangkatan, BAZNAS siap memberikan dukungan pembiayaan dan persiapan bagi calon Pekerja Migran yang sedang dilatih oleh kementerian.
Saat Pekerja Migran di Luar berada di luar neger, BAZNAS akan memfasilitasi pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berbasis komunitas agar pekerja migran yang sukses dapat menunaikan zakatnya, yang nantinya didistribusikan untuk memajukan kampung halaman mereka.
Sementara untuk keluarga yang ditinggalkan, BAZNAS turut hadir memberikan intervensi berupa beasiswa pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran serta pelatihan kemandirian ekonomi.
“Penguatan ini dilakukan secara utuh, sebelum berangkat, saat di sana, hingga setelah kembali, termasuk bagi keluarga yang ditinggalkan. Kami optimistis sinergi ini dapat mentransformasi pekerja migran yang tadinya mustahik menjadi muzakki,” tegas Sodik.
Sinergi antara KP2MI dan BAZNAS ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan perlindungan yang holistik dan berkeadilan bagi Pekerja Migran Indonesia.
Dengan mengintegrasikan pengelolaan zakat, bantuan kemanusiaan, hingga program keberlanjutan ekonomi dari hulu ke hilir, kedua lembaga optimistis mampu memartabatkan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya, sekaligus sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat.(tim)
“Pertemuan ini memperkuat MoU yang sudah ada. Ada dua hal besar yang menjadi fokus kita. Pertama, dukungan kerja sama dalam mobilisasi, pengelolaan, dan pendayagunaan dana ZIS dengan subjek khusus para pekerja migran Indonesia. Kedua, dukungan teknis secara menyeluruh yang mencakup tiga tahapan penting bagi PMI,” ujar Sodik.
Sodik merinci bahwa penguatan teknis yang disiapkan BAZNAS bersama KP2MI mencakup tiga fase krusial perjalanan pekerja migran. Pada tahap sebelum keberangkatan, BAZNAS siap memberikan dukungan pembiayaan dan persiapan bagi calon Pekerja Migran yang sedang dilatih oleh kementerian.
Saat Pekerja Migran di Luar berada di luar neger, BAZNAS akan memfasilitasi pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berbasis komunitas agar pekerja migran yang sukses dapat menunaikan zakatnya, yang nantinya didistribusikan untuk memajukan kampung halaman mereka.
Sementara untuk keluarga yang ditinggalkan, BAZNAS turut hadir memberikan intervensi berupa beasiswa pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran serta pelatihan kemandirian ekonomi.
“Penguatan ini dilakukan secara utuh, sebelum berangkat, saat di sana, hingga setelah kembali, termasuk bagi keluarga yang ditinggalkan. Kami optimistis sinergi ini dapat mentransformasi pekerja migran yang tadinya mustahik menjadi muzakki,” tegas Sodik.
Sinergi antara KP2MI dan BAZNAS ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan perlindungan yang holistik dan berkeadilan bagi Pekerja Migran Indonesia.
Dengan mengintegrasikan pengelolaan zakat, bantuan kemanusiaan, hingga program keberlanjutan ekonomi dari hulu ke hilir, kedua lembaga optimistis mampu memartabatkan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya, sekaligus sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat.(tim)