Site icon Prokalteng

Pengamat: Kabinet Presiden Prabowo Harus Diisi Teknokrat Profesional

Menhan Prabowo Subianto berpose silat saat menyambangi Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/7/2024) siang. (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

PROKALTENG.CO-Presiden terpilih Prabowo Subianto diminta memberi ruang lebih besar kepada sosok-sosok profesional yang memiliki prestasi dan integritas untuk masuk dalam jajaran kabinet pemerintahannya nanti. Pemilihan figur dalam kabinet harus dilakukan dengan baik.

Pengamat Akar Rumput Strategic (ARSC) Husaini Dani menyatakan, salah satu yang patut dipertimbangkan adalah dari kalangan birokrasi profesional, dengan syarat punya kompetensi, integritas, tidak terlibat korupsi dengan usia yang masih terbilang muda.

“Jika semangatnya keberlanjutan dan memajukan negara, saya pikir kuncinya adalah keterlibatan para profesional khususnya kalangan birokrat dan teknokrat. Penting bagi pemerintahan Prabowo-Gibran nanti diisi oleh para calon menteri yang memiliki pemahaman pemerintahan yang baik, dan bisa langsung bekerja, faktor usia juga harus jadi pertimbangan,” kata Dani kepada wartawan, Senin (22/7).

Menimbang kompleksitas pemerintahan dan urgensi meningkatkan pelayanan publik, Dani mengusulkan agar pemerintahan Prabowo-Gibran mencari dan menempatkan birokrat yang punya prestasi dan integritas untuk masuk dalam jajaran kabinet. Paling tidak berada pada posisi wakil menteri. Hal itu sesuai dengan pernyataan Prabowo mengenai kriteria calon menteri yang akan mengisi kursi kabinetnya.

“Birokrat setingkat eselon I yang punya kompetensi dan rekam jejak teruji serta berintegritas, saya pikir layak dipertimbangkan masuk dalam jajaran kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran mendatang. Karena ujung-ujungnya yang dibutuhkan adalah orang-orang yang bisa bekerja keras dan ahli di bidangnya dengan tujuan mensejahterakan rakyat,” jelas Dani.

Ia menilai tantangan Prabowo-Gibran ke depan adalah mencari sosok yang memiliki jiwa teknokratik yang kuat, tidak semata mengakomodasi partai politik tapi juga kompetensi di bidangnya.

“Kompleksnya persoalan yang dihadapi ke depan, menuntut adanya talenta terbaik bangsa, yang lepas dari kepentingan politik kekuasaan. Sehingga seluruh program kabinet bisa diikhtiarkan untuk kemaslahatan rakyat dan negara,” pungkas alumni Ilmu Politik Universitas Syah Kuala Banda Aceh ini. (jpg)

 

Exit mobile version