PROKALTENG.CO – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan pemerintah akan memastikan sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza yang dibebaskan dari penjara Israel dapat pulang ke Indonesia dengan selamat.
Kesembilan WNI yang tergabung dalam pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 itu telah keluar dari Israel dan tiba di Istanbul, Turkiye, pada Kamis waktu setempat menjelang kepulangan mereka ke tanah air.
“Pemerintah Indonesia saat ini terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke tanah air berjalan dengan lancar,” kata Sugiono dalam pernyataannya melalui akun media sosial X @menlu_ri yang dipantau Jumat.
“Sehingga seluruh WNI dapat tiba kembali dengan selamat dan sesegera mungkin,” lanjutnya.
Sugiono juga menegaskan kembali kecaman keras Indonesia terhadap tindakan personel Zionis Israel yang disebut melakukan kekerasan terhadap para WNI saat menyergap kapal konvoi pelayaran GSF 2.0 awal pekan ini.
“Indonesia mengecam keras tindakan penyiksaan yang dilakukan oleh Israel terhadap WNI pada saat penahanan,” tegasnya.
Menurut Sugiono, penyiksaan terhadap aktivis kemanusiaan seperti kesembilan WNI tersebut merupakan tindakan tidak manusiawi, melanggar hukum internasional, dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan.
Seluruh relawan GSF dari berbagai negara diketahui telah dibebaskan dari penjara di Israel. Mereka kemudian dideportasi dan diterbangkan keluar dari wilayah Israel menuju Turkiye.
Setelah tiba di Istanbul, kesembilan WNI peserta flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza itu masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan sebelum dipulangkan ke Indonesia.
“Akan ada proses testimoni, visum, dan tes kesehatan oleh pihak Turkiye,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Turkiye, Achmad Rizal Purnama, saat merespons pertanyaan terkait proses pemulangan para WNI tersebut.
Sementara itu, Konsul Jenderal RI di Istanbul Darianto Harsono mengungkapkan para WNI mengaku mengalami kekerasan fisik selama ditahan. Mereka disebut dipukuli, ditendang, hingga disetrum oleh personel Zionis Israel. (ant)


