PROKALTENG.CO – Setelah puluhan tahun hanya mengandalkan lampu minyak, Dusun Kiku Wanggarara, Kabupaten Sumba, Nusa Tenggara Timur, akhirnya menikmati listrik negara.
Program Listrik Perdesaan (Lisdes) 2025 yang digagas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membawa perubahan nyata bagi kehidupan warga di wilayah terpencil tersebut.
Masuknya listrik mengakhiri cerita panjang malam gelap di dusun itu. Kini, rumah-rumah warga mulai terang, anak-anak bisa belajar di malam hari, dan aktivitas ekonomi perlahan bergerak.
Program Lisdes menjadi jawaban atas kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini hidup dengan keterbatasan akses energi.
Kepala Dusun Kiku Wanggarara, Yustinus Dapa Umbu (36), tak menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengaku tak pernah menyangka kampungnya akhirnya tersambung jaringan listrik pemerintah.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah. Dengan adanya listrik, anak-anak bisa belajar pada malam hari dan perekonomian kami bisa lebih baik,” ujar Yustinus.
Ia mengenang masa-masa sebelum listrik masuk ke dusunnya. Warga hidup dengan penerangan seadanya, sangat bergantung pada minyak lampu.
“Kalau minyak habis, ya gelap. Kalau hujan, anak-anak tidak bisa belajar. Semua serba terbatas,” tuturnya sambil menatap lampu listrik yang kini menggantung di rumah-rumah warga.
Harapan warga akhirnya terwujud melalui Program Lisdes tahun anggaran 2025. Jaringan listrik kini menjangkau Dusun Kiku Wanggarara dan menghadirkan terang yang selama ini hanya menjadi impian.
Kisah dusun ini menjadi gambaran nyata dampak Program Lisdes 2025 bagi wilayah terpencil. Dari cahaya temaram lampu minyak, kini muncul terang yang membuka peluang baru bagi pendidikan, ekonomi, dan masa depan masyarakat desa.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan listrik ke seluruh desa di Indonesia. Saat meresmikan 55 proyek Energi Baru Terbarukan di PLTP Ijen, Bondowoso, Kamis (26/6/2025), Prabowo menekankan pentingnya listrik bagi kualitas hidup masyarakat.
“Saya di sini memastikan bahwa kita akan beri listrik ke semua desa di seluruh Indonesia dalam waktu yang secepat-cepatnya. Itu adalah tekad saya sebagai Presiden Republik Indonesia. Target saya, dalam 4 tahun semua desa Indonesia harus mendapat listrik,” tegas Prabowo, seperti dikutip dari keterangan tertulis Kementerian ESDM, Sabtu (20/12/2025).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan, hingga kini masih terdapat sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun di Indonesia yang belum menikmati listrik. Pemerintah pun mempercepat Program Lisdes sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo.
“Saat ini Kementerian ESDM menjalankan Program Listrik Desa agar seluruh desa di Indonesia dapat menikmati akses listrik pada 2029 hingga 2030,” kata Bahlil.
Melalui percepatan Program Lisdes, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan ekonomi desa, serta pemerataan akses energi yang berkeadilan di seluruh Indonesia.
Kementerian ESDM juga menegaskan bahwa Program Lisdes tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun. Masyarakat diminta melapor jika menemukan pungutan atau penyimpangan melalui Contact Center ESDM 136 atau email infogatrik@esdm.go.id. (tim)


