27.5 C
Jakarta
Saturday, April 5, 2025

Pilkada Sampang Ternodai Darah: Saksi Paslon Jimat Sakteh Tewas Dicelurit

PILKADA yang semestinya menjadi pesta demokrasi kembali tercoreng oleh kekerasan. Seorang saksi pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Slamet Junaidi-Achmad Mahfudz (Jimat Sakteh), menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang bersenjata celurit di Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang.

Korban, Jimmy Sugito Putra, bersama seorang warga lain, menjadi target kekerasan dalam insiden tersebut. Ketua Tim Pemenangan Paslon Jimat Sakteh, Surya Noviantoro, mengonfirmasi bahwa Jimmy merupakan saksi dari pasangan calon tersebut.

Menurut Humas RSUD Ketapang, Alfian Akbar, korban tiba di rumah sakit pada pukul 16.10 WIB dalam kondisi pendarahan aktif akibat luka di wajah, punggung, dan tangan. Meski sempat mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.15 WIB. Jenazah korban kemudian dipulangkan ke rumah duka.

Baca Juga :  Nuryakin - Doni Makin Mesra saat Apresiasi MTQ Murung Raya

โ€œKorban mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam yang memicu pendarahan hebat,โ€ ujar Alfian.

Safril, salah satu saksi mata, menjelaskan bahwa insiden ini diduga bermotif politik. Sebelum kejadian, calon bupati Slamet Junaidi dilaporkan sempat berkunjung ke salah satu tokoh agama di Ketapang. Namun, di tengah perjalanan, ia dihadang oleh sekelompok massa bersenjata. Slamet Junaidi berhasil menghindar dengan mengambil jalan lain, tetapi massa tersebut kemudian memasuki area lokasi kunjungan dan memicu ketegangan yang berujung kekerasan.

Dalam insiden tersebut, terjadi adu mulut yang memanas hingga akhirnya korban menjadi sasaran pengeroyokan.

Ketua Tim Pemenangan Jimat Sakteh, Surya Noviantoro, mengecam keras insiden ini dan meminta pihak berwenang segera mengusut tuntas kasus tersebut. โ€œKekerasan dalam bentuk apa pun tidak bisa dibenarkan, terlebih jika terkait dengan proses demokrasi,โ€ tegasnya.

Baca Juga :  Mukhtarudin Minta PLN Transparan Atas Lonjakan Tagihan Listrik

Pihak kepolisian setempat kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik insiden tragis ini. Sementara itu, masyarakat diimbau tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama masa Pilkada. (qrn/han/jpg)

PILKADA yang semestinya menjadi pesta demokrasi kembali tercoreng oleh kekerasan. Seorang saksi pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Slamet Junaidi-Achmad Mahfudz (Jimat Sakteh), menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang bersenjata celurit di Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang.

Korban, Jimmy Sugito Putra, bersama seorang warga lain, menjadi target kekerasan dalam insiden tersebut. Ketua Tim Pemenangan Paslon Jimat Sakteh, Surya Noviantoro, mengonfirmasi bahwa Jimmy merupakan saksi dari pasangan calon tersebut.

Menurut Humas RSUD Ketapang, Alfian Akbar, korban tiba di rumah sakit pada pukul 16.10 WIB dalam kondisi pendarahan aktif akibat luka di wajah, punggung, dan tangan. Meski sempat mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.15 WIB. Jenazah korban kemudian dipulangkan ke rumah duka.

Baca Juga :  Nuryakin - Doni Makin Mesra saat Apresiasi MTQ Murung Raya

โ€œKorban mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam yang memicu pendarahan hebat,โ€ ujar Alfian.

Safril, salah satu saksi mata, menjelaskan bahwa insiden ini diduga bermotif politik. Sebelum kejadian, calon bupati Slamet Junaidi dilaporkan sempat berkunjung ke salah satu tokoh agama di Ketapang. Namun, di tengah perjalanan, ia dihadang oleh sekelompok massa bersenjata. Slamet Junaidi berhasil menghindar dengan mengambil jalan lain, tetapi massa tersebut kemudian memasuki area lokasi kunjungan dan memicu ketegangan yang berujung kekerasan.

Dalam insiden tersebut, terjadi adu mulut yang memanas hingga akhirnya korban menjadi sasaran pengeroyokan.

Ketua Tim Pemenangan Jimat Sakteh, Surya Noviantoro, mengecam keras insiden ini dan meminta pihak berwenang segera mengusut tuntas kasus tersebut. โ€œKekerasan dalam bentuk apa pun tidak bisa dibenarkan, terlebih jika terkait dengan proses demokrasi,โ€ tegasnya.

Baca Juga :  Mukhtarudin Minta PLN Transparan Atas Lonjakan Tagihan Listrik

Pihak kepolisian setempat kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik insiden tragis ini. Sementara itu, masyarakat diimbau tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama masa Pilkada. (qrn/han/jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru