30.2 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

BNPB Minta Stop Bantuan Pakaian ke Lokasi Bencana, Ini Sebabnya

JAKARTA – Pascabencana banjir di sejumlah daerah,
bantuan berdatangan ke lokasi bencana. Namun sayangnya bantuan berupa pakaian
justru malah menimbulkan dampak negatif.

Itu disampaikan BNPB lewat akun Facebooknya, Senin (13/1/2020), lantaran
banyak masyarakat asal memberikan bantuan.

“Stop Bantuan Pakaian layak pakai ke Lokasi Bencana manapun kecuali ada
permintaan,” demikian imbau BNPB.

Pakaian layak pakai yang mubazir itu terjadi di Kecamatan Sukajaya
Kabupaten Bogor.

“Kami sering temukan, pakaian dalam perempuan maupun laki-laki yang bekas
dan sangat tidak layak untuk digunakan hingga berkarung-karung. Muncul pikiran
ini orang niat bantu atau buang sampah,” ujarnya.

BNPB menyayangkan niat baik masyarakat terhadap korban menjadi persoalan
baru karena tidak memperhatikan kondisi di tempat bencana terkait kebutuhan
yang diperlukan.

Baca Juga :  Demi 1,2 Juta Warga Prasejahtera, Anies Minta 63 Ribu ASN Bersikap Ksa

Meski begitu, BNPB masih mafhum lantaran informasi atas kondisi itu
barangkali terbatas. Sehingga solusi yang paling mungkin dilakukan adalah upaya
seleksi dari relawan atau koordinator bantuan.

“Solusi untuk menangani hal tersebut dibutuhkan masyarakat atau Relawan
yang mau memilah pakaian sesuai peruntukannya karena drop bantuan yang
berdatangan tidak melalui penataan yang baik dan bijak,” jelasnya.

“Mari menjadi masyarakat yang memahami kondisi bencana, sehingga niat baik
akan menjadi hasil baik dan tepat sasaran,” imbau BNPB. (sta/pojoksatu/kpc)

JAKARTA – Pascabencana banjir di sejumlah daerah,
bantuan berdatangan ke lokasi bencana. Namun sayangnya bantuan berupa pakaian
justru malah menimbulkan dampak negatif.

Itu disampaikan BNPB lewat akun Facebooknya, Senin (13/1/2020), lantaran
banyak masyarakat asal memberikan bantuan.

“Stop Bantuan Pakaian layak pakai ke Lokasi Bencana manapun kecuali ada
permintaan,” demikian imbau BNPB.

Pakaian layak pakai yang mubazir itu terjadi di Kecamatan Sukajaya
Kabupaten Bogor.

“Kami sering temukan, pakaian dalam perempuan maupun laki-laki yang bekas
dan sangat tidak layak untuk digunakan hingga berkarung-karung. Muncul pikiran
ini orang niat bantu atau buang sampah,” ujarnya.

BNPB menyayangkan niat baik masyarakat terhadap korban menjadi persoalan
baru karena tidak memperhatikan kondisi di tempat bencana terkait kebutuhan
yang diperlukan.

Baca Juga :  Demi 1,2 Juta Warga Prasejahtera, Anies Minta 63 Ribu ASN Bersikap Ksa

Meski begitu, BNPB masih mafhum lantaran informasi atas kondisi itu
barangkali terbatas. Sehingga solusi yang paling mungkin dilakukan adalah upaya
seleksi dari relawan atau koordinator bantuan.

“Solusi untuk menangani hal tersebut dibutuhkan masyarakat atau Relawan
yang mau memilah pakaian sesuai peruntukannya karena drop bantuan yang
berdatangan tidak melalui penataan yang baik dan bijak,” jelasnya.

“Mari menjadi masyarakat yang memahami kondisi bencana, sehingga niat baik
akan menjadi hasil baik dan tepat sasaran,” imbau BNPB. (sta/pojoksatu/kpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru