Selain manufaktur, Christina menyebutkan Slowakia juga memiliki kebutuhan tenaga kerja sektor hospitality jangka panjang (non seasonal), sehingga berpotensi menjadi peluang penempatan yang berkelanjutan bagi pekerja migran Indonesia.
“Saya juga menyampaikan Indonesia siap menyiapkan tenaga caregiver yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan nursing home. Saya juga berbagi pengalaman kerja sama yang telah berjalan dengan Jerman sebagai contoh praktik baik yang dapat dikembangkan bersama Slovakia,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, tambah Christina, Dubes Tomáš Ferko menyatakan akan mengidentifikasi kementerian dan pemangku kepentingan di Slowakia sebagai langkah awal membuka pembahasan lebih lanjut.
“Potensi kerja sama ini sangat menjanjikan. Harapan saya komunikasi kami dan Pemerintah Slovakia terus diperkuat sehingga peluang penempatan pekerja migran Indonesia semakin luas, sekaligus memastikan penempatan yang aman, legal, dan sesuai kebutuhan pasar kerja,” imbuhnya. (tim)
Selain manufaktur, Christina menyebutkan Slowakia juga memiliki kebutuhan tenaga kerja sektor hospitality jangka panjang (non seasonal), sehingga berpotensi menjadi peluang penempatan yang berkelanjutan bagi pekerja migran Indonesia.
“Saya juga menyampaikan Indonesia siap menyiapkan tenaga caregiver yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan nursing home. Saya juga berbagi pengalaman kerja sama yang telah berjalan dengan Jerman sebagai contoh praktik baik yang dapat dikembangkan bersama Slovakia,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, tambah Christina, Dubes Tomáš Ferko menyatakan akan mengidentifikasi kementerian dan pemangku kepentingan di Slowakia sebagai langkah awal membuka pembahasan lebih lanjut.
“Potensi kerja sama ini sangat menjanjikan. Harapan saya komunikasi kami dan Pemerintah Slovakia terus diperkuat sehingga peluang penempatan pekerja migran Indonesia semakin luas, sekaligus memastikan penempatan yang aman, legal, dan sesuai kebutuhan pasar kerja,” imbuhnya. (tim)