Densus 88 Ungkap Puluhan Grup True Crime Berbahaya, Anak-anak Jadi Target

PROKALTENG.CO – Densus 88 Antiteror Polri membongkar puluhan grup true crime community yang terafiliasi paham ekstremisme dan ideologi kekerasan. Grup-grup ini terdeteksi aktif di berbagai platform digital dan dinilai berbahaya karena menyasar anak-anak sebagai target paparan.

Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana mengatakan, puluhan grup tersebut mengajak anak melakukan kekerasan dan membentuk pola pikir menyimpang. Temuan itu menjadi perhatian serius aparat karena aktivitasnya masih berlangsung. “Ada puluhan grup yang terafiliasi dengan true crime community,” kata Mayndra di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu.

Mayndra merinci, grup-grup yang teridentifikasi antara lain TCC Community, True Crime Community, TCCland Under Akmal, Fuck TCC, TCC, WAG TCC Reborn, WAG TCC Universe, WAG Area TCC, Tanah Suci TCC, TCC Universe V2, TCC City Nueva Revolucion, [tccland], serta FTCI Film True Crime Indonesia.

Baca Juga :  Tanggapi Bupati Boltim Bilang Menteri Goblok, Mensos: Wajar Saja Dalam

Selain itu, ditemukan pula grup Indonesia Headhunter, Meinchat, Group Kasih Sayang, Nuapf, Medenist Brigade, Legion Devision, FSP-NB (80 member), AZW Ragebait, Saranjana, Medenism Under Boris, Anarko Libertarian Maoist, Army of Legion, hingga Have Sex With Your Gun.

Menurut Mayndra, seluruh grup tersebut masih aktif dan teridentifikasi berbahaya karena mendorong anak terlibat dalam kekerasan. Karena itu, orang tua diminta lebih waspada memantau aktivitas digital anak.

“Bagi orang tua, jika menemukan grup-grup ini di gawai anaknya, segera berikan bimbingan,” ujarnya.

Densus 88 juga mengungkap sejumlah simbol yang kerap digunakan dalam komunitas tersebut dan berkaitan dengan paham ekstremisme, seperti Black Sun, Ku Klux Klan, Nazi, Odal Rune, Aryan Nation, British People’s Party, dan Sturmabteilung.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Orang Tua Berperan Penting dalam Mengontrol Penggunaan Teknologi

Simbol lain yang turut ditemukan meliputi Iluminati, Anti-Christ, Pentagram, 3rd SS Division, 2nd SS Division, 1st SS Division, Schutzstaffel Abzeichen, Iron Guard, Leben Rune, White Pride World Wide, Nazi Eagle, gestur White Power, serta gestur hormat Nazi.

Mayndra menjelaskan, simbol-simbol itu muncul dalam buku catatan, atribut pakaian, hingga komunitas digital. Pola tersebut bisa menjadi indikator awal untuk membaca perilaku dan pola pikir anak sebagai langkah pencegahan.

“Anak-anak ini belum menganut paham tersebut secara penuh. Mereka menjadikannya sebagai inspirasi dan semacam rumah kedua,” kata Mayndra. (ant)

PROKALTENG.CO – Densus 88 Antiteror Polri membongkar puluhan grup true crime community yang terafiliasi paham ekstremisme dan ideologi kekerasan. Grup-grup ini terdeteksi aktif di berbagai platform digital dan dinilai berbahaya karena menyasar anak-anak sebagai target paparan.

Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana mengatakan, puluhan grup tersebut mengajak anak melakukan kekerasan dan membentuk pola pikir menyimpang. Temuan itu menjadi perhatian serius aparat karena aktivitasnya masih berlangsung. “Ada puluhan grup yang terafiliasi dengan true crime community,” kata Mayndra di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu.

Mayndra merinci, grup-grup yang teridentifikasi antara lain TCC Community, True Crime Community, TCCland Under Akmal, Fuck TCC, TCC, WAG TCC Reborn, WAG TCC Universe, WAG Area TCC, Tanah Suci TCC, TCC Universe V2, TCC City Nueva Revolucion, [tccland], serta FTCI Film True Crime Indonesia.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Tanggapi Bupati Boltim Bilang Menteri Goblok, Mensos: Wajar Saja Dalam

Selain itu, ditemukan pula grup Indonesia Headhunter, Meinchat, Group Kasih Sayang, Nuapf, Medenist Brigade, Legion Devision, FSP-NB (80 member), AZW Ragebait, Saranjana, Medenism Under Boris, Anarko Libertarian Maoist, Army of Legion, hingga Have Sex With Your Gun.

Menurut Mayndra, seluruh grup tersebut masih aktif dan teridentifikasi berbahaya karena mendorong anak terlibat dalam kekerasan. Karena itu, orang tua diminta lebih waspada memantau aktivitas digital anak.

“Bagi orang tua, jika menemukan grup-grup ini di gawai anaknya, segera berikan bimbingan,” ujarnya.

Densus 88 juga mengungkap sejumlah simbol yang kerap digunakan dalam komunitas tersebut dan berkaitan dengan paham ekstremisme, seperti Black Sun, Ku Klux Klan, Nazi, Odal Rune, Aryan Nation, British People’s Party, dan Sturmabteilung.

Baca Juga :  Orang Tua Berperan Penting dalam Mengontrol Penggunaan Teknologi

Simbol lain yang turut ditemukan meliputi Iluminati, Anti-Christ, Pentagram, 3rd SS Division, 2nd SS Division, 1st SS Division, Schutzstaffel Abzeichen, Iron Guard, Leben Rune, White Pride World Wide, Nazi Eagle, gestur White Power, serta gestur hormat Nazi.

Mayndra menjelaskan, simbol-simbol itu muncul dalam buku catatan, atribut pakaian, hingga komunitas digital. Pola tersebut bisa menjadi indikator awal untuk membaca perilaku dan pola pikir anak sebagai langkah pencegahan.

“Anak-anak ini belum menganut paham tersebut secara penuh. Mereka menjadikannya sebagai inspirasi dan semacam rumah kedua,” kata Mayndra. (ant)

Terpopuler

Artikel Terbaru