Menteri P2MI Mukhtarudin Bertemu Menteri SDM Malaysia, Perkuat Pelindungan Pekerja Migran

JAKARTA, PROKALTENG.CO — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia Dato Sri Ramanan Ramakrishnan di Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026) malam.

Pertemuan tersebut berfokus pada penguatan koordinasi penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar berjalan aman, prosedural, serta terhindar dari risiko eksploitasi maupun tindak pidana perdagangan orang.

“Pemerintah Indonesia terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Malaysia untuk memastikan penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia berjalan secara aman, prosedural, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Menteri Mukhtarudin.

Malaysia menjadi salah satu negara tujuan utama Pekerja Migran Indonesia.

Karena itu, penguatan koordinasi kedua negara dinilai penting untuk memastikan penempatan pekerja berlangsung secara prosedural sekaligus menjamin hak dan pelindungan Pekerja Migran selama bekerja di Malaysia.

Baca Juga :  HUT ke-79 RI, Mukhtarudin: Tantangan Bangsa Indonesia Semakin Beragam

Menteri Mukhtarudin menyambut baik kunjungan Ramanan sebagai momentum untuk memperkuat kerja sama bilateral, terutama dalam membangun tata kelola pekerja migran yang lebih tertib, aman, dan memberikan kepastian bagi pekerja.

Kerja sama tersebut mencakup berbagai aspek ketenagakerjaan, mulai dari proses penempatan, pemenuhan hak pekerja, hingga penanganan persoalan yang dihadapi Pekerja Migran di negara penempatan.

Electronic money exchangers listing

“Kerja sama Indonesia dan Malaysia di bidang ketenagakerjaan harus terus diperkuat, terutama untuk memastikan hak dan pelindungan pekerja migran Indonesia dapat terpenuhi selama bekerja di Malaysia,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Pemerintah Indonesia terus mendorong agar penempatan Pekerja Migran Indonesia dilakukan melalui jalur resmi. Langkah tersebut penting untuk meminimalkan risiko eksploitasi, perdagangan orang, maupun persoalan ketenagakerjaan yang kerap dihadapi pekerja migran.

Baca Juga :  DPR Minta Satgas Rafi Intensifkan Pengawasan BBM Selama Masa Lebaran

Di sisi lain, koordinasi dengan pemerintah Malaysia menjadi bagian penting dalam memastikan Pekerja Migran memperoleh perlakuan dan perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.

JAKARTA, PROKALTENG.CO — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia Dato Sri Ramanan Ramakrishnan di Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026) malam.

Pertemuan tersebut berfokus pada penguatan koordinasi penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar berjalan aman, prosedural, serta terhindar dari risiko eksploitasi maupun tindak pidana perdagangan orang.

“Pemerintah Indonesia terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Malaysia untuk memastikan penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia berjalan secara aman, prosedural, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Menteri Mukhtarudin.

Electronic money exchangers listing

Malaysia menjadi salah satu negara tujuan utama Pekerja Migran Indonesia.

Karena itu, penguatan koordinasi kedua negara dinilai penting untuk memastikan penempatan pekerja berlangsung secara prosedural sekaligus menjamin hak dan pelindungan Pekerja Migran selama bekerja di Malaysia.

Baca Juga :  HUT ke-79 RI, Mukhtarudin: Tantangan Bangsa Indonesia Semakin Beragam

Menteri Mukhtarudin menyambut baik kunjungan Ramanan sebagai momentum untuk memperkuat kerja sama bilateral, terutama dalam membangun tata kelola pekerja migran yang lebih tertib, aman, dan memberikan kepastian bagi pekerja.

Kerja sama tersebut mencakup berbagai aspek ketenagakerjaan, mulai dari proses penempatan, pemenuhan hak pekerja, hingga penanganan persoalan yang dihadapi Pekerja Migran di negara penempatan.

“Kerja sama Indonesia dan Malaysia di bidang ketenagakerjaan harus terus diperkuat, terutama untuk memastikan hak dan pelindungan pekerja migran Indonesia dapat terpenuhi selama bekerja di Malaysia,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Pemerintah Indonesia terus mendorong agar penempatan Pekerja Migran Indonesia dilakukan melalui jalur resmi. Langkah tersebut penting untuk meminimalkan risiko eksploitasi, perdagangan orang, maupun persoalan ketenagakerjaan yang kerap dihadapi pekerja migran.

Baca Juga :  DPR Minta Satgas Rafi Intensifkan Pengawasan BBM Selama Masa Lebaran

Di sisi lain, koordinasi dengan pemerintah Malaysia menjadi bagian penting dalam memastikan Pekerja Migran memperoleh perlakuan dan perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.

Terpopuler

Artikel Terbaru