Duka Presiden untuk 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon: Kecam Keras Serangan ke Pasukan Perdamaian

PROKALTENG.CO-Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian di Lebanon dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Prabowo mengecam keras serangan terhadap pasukan perdamaian yang dinilai sebagai tindakan keji yang merusak upaya menjaga stabilitas dunia.

“Kami, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa,” kata Prabowo dalam keterangannya, Minggu (5/4).

Ia menegaskan, negara akan selalu hadir untuk menghormati jasa para pahlawan, menjaga kehormatan prajurit, serta memastikan pengorbanan mereka tidak dilupakan. Prabowo juga mengajak seluruh masyarakat untuk melanjutkan semangat para prajurit dalam menjaga perdamaian dan persatuan.

Baca Juga :  Inilah Keinginan Presiden Jokowi Terhadap Ibu Kota Baru Indonesia

“Mari kita lanjutkan semangat dan tekad untuk menjaga perdamaian, serta tidak memberi ruang bagi siapa pun yang berusaha memecah belah kebersamaan dan kerukunan bangsa,” tegasnya.

Adapun tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi tersebut adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon.

Sebelumnya, pada Sabtu (4/4), Prabowo menghadiri prosesi penyambutan kenegaraan jenazah di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Ia memberikan penghormatan terakhir kepada para prajurit yang diselimuti bendera Merah Putih.

Electronic money exchangers listing

Dalam sepekan terakhir, tercatat tiga kali serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang mengakibatkan tiga prajurit TNI gugur dan delapan lainnya mengalami luka-luka.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan bahwa pemerintah Indonesia melalui Perwakilan Tetap di New York telah meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menggelar rapat darurat.

Baca Juga :  Timnas AMIN Tegaskan ASN, TNI, dan Polri Harus Netral karena Milik Rakyat

“Kita mengutuk keras serangan terhadap penjaga perdamaian dan menuntut dilakukan investigasi menyeluruh,” ucap Sugiono.

Ia menjelaskan, pasukan perdamaian memiliki mandat untuk menjaga stabilitas, bukan melakukan operasi tempur. Oleh karena itu, Indonesia juga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan evaluasi terhadap sistem perlindungan pasukan penjaga perdamaian, khususnya dalam misi UNIFIL.

“Kita meminta PBB untuk mengevaluasi keselamatan prajurit penjaga perdamaian, khususnya di UNIFIL,” pungkasnya.(jpg)

 

PROKALTENG.CO-Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian di Lebanon dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Prabowo mengecam keras serangan terhadap pasukan perdamaian yang dinilai sebagai tindakan keji yang merusak upaya menjaga stabilitas dunia.

“Kami, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa,” kata Prabowo dalam keterangannya, Minggu (5/4).

Electronic money exchangers listing

Ia menegaskan, negara akan selalu hadir untuk menghormati jasa para pahlawan, menjaga kehormatan prajurit, serta memastikan pengorbanan mereka tidak dilupakan. Prabowo juga mengajak seluruh masyarakat untuk melanjutkan semangat para prajurit dalam menjaga perdamaian dan persatuan.

Baca Juga :  Inilah Keinginan Presiden Jokowi Terhadap Ibu Kota Baru Indonesia

“Mari kita lanjutkan semangat dan tekad untuk menjaga perdamaian, serta tidak memberi ruang bagi siapa pun yang berusaha memecah belah kebersamaan dan kerukunan bangsa,” tegasnya.

Adapun tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi tersebut adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon.

Sebelumnya, pada Sabtu (4/4), Prabowo menghadiri prosesi penyambutan kenegaraan jenazah di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Ia memberikan penghormatan terakhir kepada para prajurit yang diselimuti bendera Merah Putih.

Dalam sepekan terakhir, tercatat tiga kali serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang mengakibatkan tiga prajurit TNI gugur dan delapan lainnya mengalami luka-luka.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan bahwa pemerintah Indonesia melalui Perwakilan Tetap di New York telah meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menggelar rapat darurat.

Baca Juga :  Timnas AMIN Tegaskan ASN, TNI, dan Polri Harus Netral karena Milik Rakyat

“Kita mengutuk keras serangan terhadap penjaga perdamaian dan menuntut dilakukan investigasi menyeluruh,” ucap Sugiono.

Ia menjelaskan, pasukan perdamaian memiliki mandat untuk menjaga stabilitas, bukan melakukan operasi tempur. Oleh karena itu, Indonesia juga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan evaluasi terhadap sistem perlindungan pasukan penjaga perdamaian, khususnya dalam misi UNIFIL.

“Kita meminta PBB untuk mengevaluasi keselamatan prajurit penjaga perdamaian, khususnya di UNIFIL,” pungkasnya.(jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru