25.2 C
Jakarta
Saturday, April 5, 2025

Tragedi Malam Idul Fitri, Warga Pamekasan Tewas Terkena Ledakan Petasan

PROKALTENG.CO-Satu lagi nyawa melayang, menjadi korban dari euforia pesta petasan yang digelar di Desa Pangoraian, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, pada Senin sore hingga malam (31/3). Warga berinisial, M, asal Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, harus meregang nyawa setelah menonton pesta yang sejatinya dirancang untuk memeriahkan malam takbiran Idulfitri 1446 H.

Korban sempat dilarikan ke RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan. Namun takdir berkata lain. Tepat pada perayaan Idul Fitri, 1 April 2025, ia menghembuskan napas terakhir. Kegembiraan Hari Raya Idulfitri runtuh oleh dentuman petasan.

Informasi yang dihimpun, tradisi pesta petasan di Desa Pangoraian bukanlah hal baru. Sudah bertahun-tahun lamanya menjadi bagian dari perayaan Idulfitri di daerah tersebut.

Baca Juga :  Habib Rizieq Tak Terima Munarman Ditangkap, Jelas Ini Pelanggaran HAM

Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto mengatakan, korban sempat mendapatkan perawatan usai terkena ledakan. Meski demikian pada akhirnya nyawa korban tidak tertolong akibat luka bakar yang cukup serius.

“Saya ikut berbela sungkawa atas musibah yang menimpa korban dan sangat prihatin. Semoga ini yang terakhir,” ucapnya saat mengunjungi rumah duka.

Kepolisian juga bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari sejumlah pihak untuk mengungkap penyebab serta kemungkinan adanya unsur kelalaian. Hendra menegaskan bahwa langkah investigatif telah dilakukan.

“Kami sudah meminta keterangan dari beberapa pihak termasuk saksi mata saat kejadian,” tandasnya.(jpg)

PROKALTENG.CO-Satu lagi nyawa melayang, menjadi korban dari euforia pesta petasan yang digelar di Desa Pangoraian, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, pada Senin sore hingga malam (31/3). Warga berinisial, M, asal Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, harus meregang nyawa setelah menonton pesta yang sejatinya dirancang untuk memeriahkan malam takbiran Idulfitri 1446 H.

Korban sempat dilarikan ke RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan. Namun takdir berkata lain. Tepat pada perayaan Idul Fitri, 1 April 2025, ia menghembuskan napas terakhir. Kegembiraan Hari Raya Idulfitri runtuh oleh dentuman petasan.

Informasi yang dihimpun, tradisi pesta petasan di Desa Pangoraian bukanlah hal baru. Sudah bertahun-tahun lamanya menjadi bagian dari perayaan Idulfitri di daerah tersebut.

Baca Juga :  Habib Rizieq Tak Terima Munarman Ditangkap, Jelas Ini Pelanggaran HAM

Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto mengatakan, korban sempat mendapatkan perawatan usai terkena ledakan. Meski demikian pada akhirnya nyawa korban tidak tertolong akibat luka bakar yang cukup serius.

“Saya ikut berbela sungkawa atas musibah yang menimpa korban dan sangat prihatin. Semoga ini yang terakhir,” ucapnya saat mengunjungi rumah duka.

Kepolisian juga bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari sejumlah pihak untuk mengungkap penyebab serta kemungkinan adanya unsur kelalaian. Hendra menegaskan bahwa langkah investigatif telah dilakukan.

“Kami sudah meminta keterangan dari beberapa pihak termasuk saksi mata saat kejadian,” tandasnya.(jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/