PROKALTENG.CO-Praktik prostitusi terselubung di kawasan wisata Pantai Kenjeran Surabaya diam-diam kembali muncul. Warga setempat mengaku resah karena keberadaan pekerja seks komersial (PSK) cukup terlihat setiap hari.
Salah seorang warga Kenjeran bernama Totok menyebut, beberapa PSK kerap mangkal di warung kopi (warkop) depan kawasan wisata. Modusnya menyamar sebagai penjaga warung atau sekadar duduk-duduk menunggu tamu.
“Dari segi penampilan dan dandanan sudah kelihatan kalau mereka bukan wanita baik-baik,” kata Totok di Surabaya pekan lalu.
Menurut dia, jika ada laki-laki yang cocok setelah tawar-menawar harga, PSK tersebut langsung dibawa ke hotel short time di sekitar lokasi. Ada hotel sederhana yang menyewakan kamar 6 sampai 8 jam dengan tarif murah mulai Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu.
“Jadi kesannya seperti orang kencan biasa membawa pasangan dari luar,” ujar pekerja gig itu.
Di era media sosial, Totok menambahkan, sejumlah PSK juga menawarkan jasa lewat aplikasi kencan seperti MiChat. Namun cara ini dinilai tidak efektif. “Masalahnya PSK di sini sudah tua-tua, di atas 30 tahun bahkan 40 tahun. Makanya banyak tamu yang kecewa saat ketemu kok ternyata beda dengan foto profil yang cantik dan muda,” katanya sambil tertawa.
Warga lain bernama Tanto mengatakan, pada malam hari jumlah PSK yang menjajakan diri lebih banyak. “Bisa 20 orang lebih. Mereka juga memanfaatkan warkop-warkop di kawasan itu untuk mencari calon konsumen,” ujarnya.
Menanggapi keluhan warga, pihak Satpol PP Kota Surabaya menyatakan rutin menggelar razia berkala di titik rawan, termasuk kawasan Kenjeran. Razia dilakukan bersama instansi terkait seperti Dinas Sosial, kepolisian, dan unsur kecamatan untuk menertibkan praktik prostitusi terselubung sekaligus memberi pembinaan kepada PSK yang terjaring.
“Tiap bulan pasti ada operasi gabungan. Kami juga terima laporan warga dan langsung tindak lanjuti ke lapangan,” ujar salah satu anggota Satpol PP Surabaya. (jpg)


