31.9 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Temulawak Memiliki Banyak Khasiat Kesehatan, Simak Penjelasan Berikut

Tak banyak yang mengetahui bahwa banyak jenis rempah-rempah yang baik untuk kesehatan, salah satunya adalah temulawak. Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si memaparkan bahwa temulawak memiliki banyak peran bagi kesehatan manusia sejak lama.

Menurut pengalaman empirik bangsa Indonesia yang pengetahuannya diwariskan turun-temurun dari nenek moyang, ia menjelaskan bahwa temulawak memiliki banyak khasiat kesehatan, mulai dari dapat meningkatkan kesehatan pencernaan, meningkatkan kekebalan tubuh, memperbaiki nafsu makan, dan memelihara fungsi hati.

Pada masa pandemi, sebagian masyarakat Indonesia juga mengkonsumsi temulawak sebagai imunostimulan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Temulawak termasuk dalam Pedoman penggunaan herbal dan suplemen Kesehatan dalam menghadapi Covid -19 di Indonesia yang dikeluarkan oleh BPOM RI.

“Temulawak juga terbukti dapat meningkatkan berat badan pada anak. Sebab, temulawak mampu mempercepat pengosongan lambung, mengoptimalkan kerja enzim pencerenaan, hingga melancarkan proses pencernaan dan penyerapan lemak di usus, yang berujung pada peningkatan nafsu makan,” jelas dr. Inggrid kepada wartawan, Kamis (9/11).

Hal ini, katanya, memberikan solusi terhadap permasalahan stunting yang menghantui anak-anak di Indonesia. “Dengan tercapainya berat badan normal pada anak, maka kita dapat menurunkan risiko stunting,” ucapnya.

Selain itu, Dokter Spesialis Paru, dr. Fanny Fachrucha, Sp.P(K) menyebut bahwa temulawak atau curcuma juga dapat berperan sebagai hepatoprotektor pada pasien TBC (Tuberkolosis).

Menurut WHO, sebanyak 1,5 juta orang meninggal akibat penyakit TBC di tahun 2020. Penyakit ini merupakan penyakit dengan urutan ke–13 yang paling banyak menyebabkan kematian, dan menjadi penyakit menular nomor dua yang paling mematikan setelah Covid-19.

Baca Juga :  Kenali Penyebab dan Tanda-tanda Tumor Payudara

“Indonesia kini berada di urutan ke–2 negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia. Penyakit ini dapat berakibat fatal bagi penderitanya jika tidak segera ditangani. Meski begitu, TBC adalah penyakit yang dapat disembuhkan dan bisa dicegah,” ungkapnya.

Sama seperti obat-obat lain, obat TBC juga memiliki efek samping, termasuk di antaranya gangguan fungsi hati (Isoniazid, Rifampicin, Pyrazinamide). Oleh karena itu, dr. Fanny mengatakan bahwa pemberian Hepatoprotektor seperti curcumin yang terkandung dalam Curcuma xanthorrhiza dapat dipertimbangkan sebagai terapi pendamping pada pasien TBC.

“Sebab, kandungan Curcumin dalam temulawak memiliki efek hepatoprotektif untuk membantu memperbaiki fungsi hati serta mencegah kerusakan hati lebih lanjut,” urainya

“Studi terkait curcuma juga terus berkembang termasuk studi kombinasi curcumin dan piperine di mana penambahan piperine ini dapat meningkatkan absorbsi dan bioavailabilitas Curcumin hingga 2.000%, di mana peningkatan bioavailibilitas ini akan meningkatkan efikasi dari curcuma sebagai hepatoprotektor,” pungkas dr. Fanny.

Atas dasar itulah, Vice President R&D, Regulatory Medical Affairs SOHO Global Health Raphael Aswin Susilowidodoi mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan obat berbahan alam atau herbal guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk mengatasi permasalahan gizi dan menjaga kesehatan hati, yakni dengan menyajikan produk dengan efek samping yang lebih rendah dan didukung studi empiris.

“SOHO mengembangkan banyak produk berbasis temulawak, di antaranya Curcuma Plus, Curcuma Force, dan Curvit. Keberhasilan pengembangan produk berbasis temulawak ini tentu tidak lepas dari peranan tim riset dan pengembangan yang dilakukan SOHO dalam menjaga setiap proses produksinya dengan baik, mulai dari pemilihan bahan baku, formulasi, sampai ke pengujian ilmiah. Produk-produk SOHO menggunakan temulawak kualitas tinggi yang terstandar (standardized curcuma),” paparnya.

Baca Juga :  Nggak Pede Gegara Bau Mulut? Coba Beberapa Langkah Berikut

Ia menjelaskan, Curcuma Plus sebagai multivitamin anak yang telah lebih dari 25 tahun hadir, dikenal bermanfaat untuk nafsu makan anak. Curcuma Plus memiliki kandungan Omega 3 dari Minyak ikan kod, Kalsium, Vitamin D, multivitamin dan mineral, serta ekstrak buah dan sayur.

Sementara itu, Curcuma Plus GROW EMULSION bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. Adapun susu Curcuma Plus telah terbukti mendukung pencegahan stunting sejak dini. Hasil studi Curcuma Plus terhadap 995 anak Indonesia mengungkapkan bahwa 9 dari 10 anak menyukai rasa Susu Curcuma Plus, 6 dari 10 anak mengalami kenaikan berat badan, dan 4 dari 10 anak mengalami kenaikan status gizi.

Adapun produk Curcuma Force yang mengandung kombinasi curcuma dengan piperin (untuk meningkatkan bioavailibilitas curcuma), ia mengatakan banyak direkomendasikan oleh dokter sebagai hepatoprotektor untuk pasien-pasien dengan gangguan hati, seperti pada pasien hepatitis, atau pada pasien TBC yang mengalami gangguan fungsi hati.

“Sebagai bukti keseriusan kami dalam menghadirkan inovasi produk berbahan herbal, saat ini SOHO sedang berusaha untuk menerapkan proses ini ke bahan-bahan dasar lainnya, seperti Echinacea yang merupakah bahan dasar utama produk best-seller kami, Imboost,” lanjut Aswin.(jpc/ind)

Tak banyak yang mengetahui bahwa banyak jenis rempah-rempah yang baik untuk kesehatan, salah satunya adalah temulawak. Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si memaparkan bahwa temulawak memiliki banyak peran bagi kesehatan manusia sejak lama.

Menurut pengalaman empirik bangsa Indonesia yang pengetahuannya diwariskan turun-temurun dari nenek moyang, ia menjelaskan bahwa temulawak memiliki banyak khasiat kesehatan, mulai dari dapat meningkatkan kesehatan pencernaan, meningkatkan kekebalan tubuh, memperbaiki nafsu makan, dan memelihara fungsi hati.

Pada masa pandemi, sebagian masyarakat Indonesia juga mengkonsumsi temulawak sebagai imunostimulan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Temulawak termasuk dalam Pedoman penggunaan herbal dan suplemen Kesehatan dalam menghadapi Covid -19 di Indonesia yang dikeluarkan oleh BPOM RI.

“Temulawak juga terbukti dapat meningkatkan berat badan pada anak. Sebab, temulawak mampu mempercepat pengosongan lambung, mengoptimalkan kerja enzim pencerenaan, hingga melancarkan proses pencernaan dan penyerapan lemak di usus, yang berujung pada peningkatan nafsu makan,” jelas dr. Inggrid kepada wartawan, Kamis (9/11).

Hal ini, katanya, memberikan solusi terhadap permasalahan stunting yang menghantui anak-anak di Indonesia. “Dengan tercapainya berat badan normal pada anak, maka kita dapat menurunkan risiko stunting,” ucapnya.

Selain itu, Dokter Spesialis Paru, dr. Fanny Fachrucha, Sp.P(K) menyebut bahwa temulawak atau curcuma juga dapat berperan sebagai hepatoprotektor pada pasien TBC (Tuberkolosis).

Menurut WHO, sebanyak 1,5 juta orang meninggal akibat penyakit TBC di tahun 2020. Penyakit ini merupakan penyakit dengan urutan ke–13 yang paling banyak menyebabkan kematian, dan menjadi penyakit menular nomor dua yang paling mematikan setelah Covid-19.

Baca Juga :  Kenali Penyebab dan Tanda-tanda Tumor Payudara

“Indonesia kini berada di urutan ke–2 negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia. Penyakit ini dapat berakibat fatal bagi penderitanya jika tidak segera ditangani. Meski begitu, TBC adalah penyakit yang dapat disembuhkan dan bisa dicegah,” ungkapnya.

Sama seperti obat-obat lain, obat TBC juga memiliki efek samping, termasuk di antaranya gangguan fungsi hati (Isoniazid, Rifampicin, Pyrazinamide). Oleh karena itu, dr. Fanny mengatakan bahwa pemberian Hepatoprotektor seperti curcumin yang terkandung dalam Curcuma xanthorrhiza dapat dipertimbangkan sebagai terapi pendamping pada pasien TBC.

“Sebab, kandungan Curcumin dalam temulawak memiliki efek hepatoprotektif untuk membantu memperbaiki fungsi hati serta mencegah kerusakan hati lebih lanjut,” urainya

“Studi terkait curcuma juga terus berkembang termasuk studi kombinasi curcumin dan piperine di mana penambahan piperine ini dapat meningkatkan absorbsi dan bioavailabilitas Curcumin hingga 2.000%, di mana peningkatan bioavailibilitas ini akan meningkatkan efikasi dari curcuma sebagai hepatoprotektor,” pungkas dr. Fanny.

Atas dasar itulah, Vice President R&D, Regulatory Medical Affairs SOHO Global Health Raphael Aswin Susilowidodoi mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan obat berbahan alam atau herbal guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk mengatasi permasalahan gizi dan menjaga kesehatan hati, yakni dengan menyajikan produk dengan efek samping yang lebih rendah dan didukung studi empiris.

“SOHO mengembangkan banyak produk berbasis temulawak, di antaranya Curcuma Plus, Curcuma Force, dan Curvit. Keberhasilan pengembangan produk berbasis temulawak ini tentu tidak lepas dari peranan tim riset dan pengembangan yang dilakukan SOHO dalam menjaga setiap proses produksinya dengan baik, mulai dari pemilihan bahan baku, formulasi, sampai ke pengujian ilmiah. Produk-produk SOHO menggunakan temulawak kualitas tinggi yang terstandar (standardized curcuma),” paparnya.

Baca Juga :  Nggak Pede Gegara Bau Mulut? Coba Beberapa Langkah Berikut

Ia menjelaskan, Curcuma Plus sebagai multivitamin anak yang telah lebih dari 25 tahun hadir, dikenal bermanfaat untuk nafsu makan anak. Curcuma Plus memiliki kandungan Omega 3 dari Minyak ikan kod, Kalsium, Vitamin D, multivitamin dan mineral, serta ekstrak buah dan sayur.

Sementara itu, Curcuma Plus GROW EMULSION bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. Adapun susu Curcuma Plus telah terbukti mendukung pencegahan stunting sejak dini. Hasil studi Curcuma Plus terhadap 995 anak Indonesia mengungkapkan bahwa 9 dari 10 anak menyukai rasa Susu Curcuma Plus, 6 dari 10 anak mengalami kenaikan berat badan, dan 4 dari 10 anak mengalami kenaikan status gizi.

Adapun produk Curcuma Force yang mengandung kombinasi curcuma dengan piperin (untuk meningkatkan bioavailibilitas curcuma), ia mengatakan banyak direkomendasikan oleh dokter sebagai hepatoprotektor untuk pasien-pasien dengan gangguan hati, seperti pada pasien hepatitis, atau pada pasien TBC yang mengalami gangguan fungsi hati.

“Sebagai bukti keseriusan kami dalam menghadirkan inovasi produk berbahan herbal, saat ini SOHO sedang berusaha untuk menerapkan proses ini ke bahan-bahan dasar lainnya, seperti Echinacea yang merupakah bahan dasar utama produk best-seller kami, Imboost,” lanjut Aswin.(jpc/ind)

Terpopuler

Artikel Terbaru