Gempa Dahsyat di Venezuela, Jumlah Korban Tewas Capai 1.400 Jiwa

Puluhan Ribu Orang Masih Hilang

Meskipun laporan resmi pemerintah hanya menyebutkan ratusan orang hilang atau terjebak, sebuah situs web yang dikelola oleh kelompok oposisi mencatat data yang jauh lebih besar. Lebih dari 55.000 orang saat ini terdaftar sebagai warga yang tidak diketahui keberadaannya.

Melihat skala kerusakan yang ada, Badan Survei Geologi AS (USGS) memprediksi bahwa total kematian sesungguhnya berpotensi menembus 10.000 jiwa. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 ini otomatis masuk ke dalam jajaran salah satu bencana alam paling mematikan di Amerika Latin dalam satu abad terakhir.

Selain memicu krisis kemanusiaan, bencana ini juga membawa dampak politik bagi Jorge Rodriguez. Selama ini, Rodriguez berusaha menampilkan dirinya sebagai agen perubahan, meskipun ia memegang posisi penting sebagai wakil presiden dari pimpinan terdahulu, Nicolas Maduro, yang telah digulingkan dan ditangkap oleh AS pada Januari lalu.

Baca Juga :  Dukung Kamala Harris, Joe Biden Mundur dari Pilpres AS 2024

Solidaritas Dunia dan Bantuan Internasional

Duka mendalam ini memicu simpati dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari pemimpin gereja katolik. Paus Leo, saat berbicara di Roma pada hari Sabtu, menyampaikan doa tulus untuk para korban, keluarga yang berduka, serta seluruh petugas yang berjuang dalam operasi penyelamatan. Beliau berharap agar solidaritas global terhadap rakyat Venezuela dapat terus bertahan lama.

Amerika Serikat juga bergerak cepat mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Venezuela. Seorang pejabat senior pemerintahan AS membocorkan pada hari Sabtu bahwa Washington akan mengumumkan paket pendanaan baru senilai ratusan juta dolar AS dalam satu atau dua hari ke depan. Dana segar ini bakal menambah suntikan bantuan sebesar US$150 juta yang sebelumnya telah dikucurkan oleh pemerintahan Trump.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Gempa Myanmar: Korban Jiwa Capai 2.886 Orang, Pemerintah Indonesia Pastikan Tak Ada WNI

Namun, di tengah fokus penanggulangan bencana, dinamika politik internal tetap bergejolak. Seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan kepada Reuters bahwa para pejabat senior di Washington merasa frustrasi terhadap manuver pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado.

Machado, yang telah meninggalkan Venezuela sejak akhir tahun lalu, kabarnya memanfaatkan momen ini untuk meminta bantuan AS agar dirinya bisa kembali ke tanah air. Pihak Washington menilai bahwa langkah politik Machado tersebut masih terlalu dini untuk dibahas saat negara sedang fokus penuh menghadapi bencana besar. (fin/jpg)

 

 

Puluhan Ribu Orang Masih Hilang

Meskipun laporan resmi pemerintah hanya menyebutkan ratusan orang hilang atau terjebak, sebuah situs web yang dikelola oleh kelompok oposisi mencatat data yang jauh lebih besar. Lebih dari 55.000 orang saat ini terdaftar sebagai warga yang tidak diketahui keberadaannya.

Melihat skala kerusakan yang ada, Badan Survei Geologi AS (USGS) memprediksi bahwa total kematian sesungguhnya berpotensi menembus 10.000 jiwa. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 ini otomatis masuk ke dalam jajaran salah satu bencana alam paling mematikan di Amerika Latin dalam satu abad terakhir.

Electronic money exchangers listing

Selain memicu krisis kemanusiaan, bencana ini juga membawa dampak politik bagi Jorge Rodriguez. Selama ini, Rodriguez berusaha menampilkan dirinya sebagai agen perubahan, meskipun ia memegang posisi penting sebagai wakil presiden dari pimpinan terdahulu, Nicolas Maduro, yang telah digulingkan dan ditangkap oleh AS pada Januari lalu.

Baca Juga :  Dukung Kamala Harris, Joe Biden Mundur dari Pilpres AS 2024

Solidaritas Dunia dan Bantuan Internasional

Duka mendalam ini memicu simpati dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari pemimpin gereja katolik. Paus Leo, saat berbicara di Roma pada hari Sabtu, menyampaikan doa tulus untuk para korban, keluarga yang berduka, serta seluruh petugas yang berjuang dalam operasi penyelamatan. Beliau berharap agar solidaritas global terhadap rakyat Venezuela dapat terus bertahan lama.

Amerika Serikat juga bergerak cepat mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Venezuela. Seorang pejabat senior pemerintahan AS membocorkan pada hari Sabtu bahwa Washington akan mengumumkan paket pendanaan baru senilai ratusan juta dolar AS dalam satu atau dua hari ke depan. Dana segar ini bakal menambah suntikan bantuan sebesar US$150 juta yang sebelumnya telah dikucurkan oleh pemerintahan Trump.

Baca Juga :  Gempa Myanmar: Korban Jiwa Capai 2.886 Orang, Pemerintah Indonesia Pastikan Tak Ada WNI

Namun, di tengah fokus penanggulangan bencana, dinamika politik internal tetap bergejolak. Seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan kepada Reuters bahwa para pejabat senior di Washington merasa frustrasi terhadap manuver pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado.

Machado, yang telah meninggalkan Venezuela sejak akhir tahun lalu, kabarnya memanfaatkan momen ini untuk meminta bantuan AS agar dirinya bisa kembali ke tanah air. Pihak Washington menilai bahwa langkah politik Machado tersebut masih terlalu dini untuk dibahas saat negara sedang fokus penuh menghadapi bencana besar. (fin/jpg)

 

 

Terpopuler

Artikel Terbaru