Daftar penandatangan mencakup dua mantan perdana menteri Israel, yakni Ehud Olmert dan Ehud Barak, lebih dari 30 mantan komandan keamanan, termasuk mantan kepala Mossad, Shin Bet, serta kepolisian Israel. Turut menandatangani surat tersebut novelis ternama David Grossman, peraih Nobel kimia David Kornberg, pemenang Oscar, para pemuka agama Yahudi (rabi), mantan duta besar, hakim senior, dan akademisi.
Mereka juga mempertanyakan klaim Netanyahu tahun lalu yang menyebut kekerasan pemukim hanya dilakukan oleh “beberapa lusin remaja”. Menurut para penandatangan, pernyataan itu “tidak memiliki dasar dalam kenyataan”.
Surat tersebut turut mengajukan pertanyaan langsung kepada sejumlah pejabat senior, termasuk Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, Menteri Pertahanan Israel Katz, Kepala Staf Militer Eyal Zamir, Kepala Shin Bet David Zini, dan Komisaris Polisi Daniel Levy.
Hingga laporan ini ditulis, kantor Perdana Menteri Israel, Kementerian Pertahanan, Kementerian Keamanan Nasional, kepolisian, maupun militer Israel belum memberikan tanggapan atas surat tersebut.
Namun, kemunculan surat yang ditandatangani sejumlah figur paling berpengaruh di Israel itu menandai meningkatnya kekhawatiran dari kalangan elite negara tersebut bahwa kekerasan di Tepi Barat berkembang menjadi krisis politik, hukum, dan moral yang berpotensi menimbulkan konsekuensi jangka panjang bagi Israel di dalam maupun luar negeri.(jpg)
Daftar penandatangan mencakup dua mantan perdana menteri Israel, yakni Ehud Olmert dan Ehud Barak, lebih dari 30 mantan komandan keamanan, termasuk mantan kepala Mossad, Shin Bet, serta kepolisian Israel. Turut menandatangani surat tersebut novelis ternama David Grossman, peraih Nobel kimia David Kornberg, pemenang Oscar, para pemuka agama Yahudi (rabi), mantan duta besar, hakim senior, dan akademisi.
Mereka juga mempertanyakan klaim Netanyahu tahun lalu yang menyebut kekerasan pemukim hanya dilakukan oleh “beberapa lusin remaja”. Menurut para penandatangan, pernyataan itu “tidak memiliki dasar dalam kenyataan”.
Surat tersebut turut mengajukan pertanyaan langsung kepada sejumlah pejabat senior, termasuk Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, Menteri Pertahanan Israel Katz, Kepala Staf Militer Eyal Zamir, Kepala Shin Bet David Zini, dan Komisaris Polisi Daniel Levy.
Hingga laporan ini ditulis, kantor Perdana Menteri Israel, Kementerian Pertahanan, Kementerian Keamanan Nasional, kepolisian, maupun militer Israel belum memberikan tanggapan atas surat tersebut.
Namun, kemunculan surat yang ditandatangani sejumlah figur paling berpengaruh di Israel itu menandai meningkatnya kekhawatiran dari kalangan elite negara tersebut bahwa kekerasan di Tepi Barat berkembang menjadi krisis politik, hukum, dan moral yang berpotensi menimbulkan konsekuensi jangka panjang bagi Israel di dalam maupun luar negeri.(jpg)