AMERIKA Serikat saat ini menjadi epicentrum virus corona di Dunia.
Namun begitu, beberapa negara bagian telah mencoba untuk membuka kembali
perekonomian. Salon, tempat gym, pangkas rambut dan lainnya mulai beroperasi.
Alhasil, beberapa orang dilaporkan terjangkit.
Seperti dilaporkan CNN, seorang
penata rambut menularkan virus corona kepada 91 pelanggannya. Usaha pangkas
rambut itu telah dibuka 8 hari lalu. Dia mulai bekerja pada 12 mei,
Kasus ini menjadi perhatian bagi
pejabat Amerika untuk mempertimbangkan pelonggaran perekonomian
Direktur Departemen Kesehatan
Springfield-Greene, Clay Goddard, mengatakan sebelumnya dalam kasus tersebut,
84 pelanggan yang terpapar virus dilayani oleh seorang penata rambut di salon
Great Clips.
Selain menginfeksi pelanggan,
tujuh rekan kerja penata rambut itu juga diberitahu tentang infeksi tersebut.Belum
jelas kapan penata rambut itu dinyatakan positif Covid-19, tapi ia diyakini
terinfeksi saat bepergian.
“Pekerja dan klien mereka
mengenakan masker. Ke-84 klien yang berpotensi langsung terpapar (virus) akan
diberitahu oleh Departemen Kesehatan dan akan ditawari pengujian, seperti
halnya tujuh rekan kerja penata rambut (yang terinfeksi itu),†kata Departemen
Kesehatan Springfield-Greene dalam sebuah pernyataan.
Pihak departemen kesehatan
berharap masyarakat tetap menggunakan masker selama wabah ini, sehingga tidak
ada penambahan kasus baru.
Goddard tidak merinci identitas
atau kondisi si penata rambut, dia mengatakan para pejabat kesehatan telah
menghubungi orang-orang yang terpapar virus.
Pelacakan kontak ini berlangsung
mudah karena si penata rambut menyimpan catatan pelanggan dengan baik.
Menurut Universitas Johns
Hopkins, lebih dari 96.000 orang meninggal akibat virus corona di AS, di mana
jumlah kasus yang dikonfirmasi lebih dari 1,6 juta. Missouri memiliki hampir
12.000 kasus infeksi dan lebih dari 600 kematian.