PROKALTENG.CO – Sikap Donald Trump kembali jadi sorotan. Presiden Amerika Serikat itu terlihat emosi saat ditanya kapan konflik AS–Iran akan berakhir. Dalam sesi tanya jawab di Gedung Putih, Kamis (23/4), Trump langsung membentak wartawan ketika didesak soal kepastian timeline perdamaian.
Ketegangan muncul saat jurnalis Jeff Mason dari Bloomberg News menanyakan berapa lama Trump akan menunggu respons Iran terkait upaya perundingan. “Jangan desak saya, Jeff,” kata Trump dengan nada tinggi, menunjukkan sikap defensif di hadapan media.
Trump kemudian menyinggung sejumlah perang besar yang pernah melibatkan Amerika Serikat. Dia membandingkan konflik saat ini dengan Perang Vietnam hingga Irak yang berlangsung bertahun-tahun.
Dilansir HuffPost, Trump juga menyebut Perang Dunia II yang berlangsung hampir lima tahun dan Perang Korea sekitar tujuh tahun sebagai perbandingan.
“Saya sudah menjalani ini selama enam minggu, dan militer mereka sudah benar-benar kalah,” klaimnya.
Tak hanya itu, Trump juga meremehkan kekuatan Iran dengan menyebut negara tersebut kini hanya mengandalkan kapal-kapal kecil.
Sebelumnya, Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Teheran tanpa batas waktu. Dia menilai kepemimpinan Iran sedang terpecah, sehingga membuka peluang tekanan diplomatik lanjutan. Namun, Trump tetap enggan memberi kepastian kapan konflik benar-benar berakhir.
“Kita lihat saja nanti apa yang terjadi,” ujarnya.
Dalam sesi yang sama, Trump kembali melontarkan komentar keras kepada jurnalis. Dia menyebut seorang reporter “memalukan” saat ditanya soal durasi konflik, bahkan melabeli wartawan lain “sok pintar” karena menyela pembicaraannya.
Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan antara Trump dan media, terutama dalam peliputan isu geopolitik sensitif seperti konflik dengan Iran. (jpg)


